
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, memantau langsung pelaksanaan hari pertama Proses Belajar Mengajar (PBM) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Senin, 5 Januari 2026.
Madrasah ini menjadi salah satu yang terdampak paling parah akibat banjir besar akhir November lalu, hingga bangunan sekolahnya hanyut terbawa arus.
Saat ini, seluruh siswa MIN 5 Pidie Jaya terpaksa menjalani proses belajar mengajar di Masjid Babussalam Seunong, Pidie Jaya, sebagai lokasi sementara. Ruangan milik Taman Pendidikan Al-Qur'am (TPA) di masjid tersebut digunakan bergantian, pagi hari untuk kegiatan belajar siswa madrasah, sementara sore hari dimanfaatkan anak-anak TPA setempat.
Dalam kunjungannya, Azhari menyapa para siswa dan guru serta memastikan kegiatan PBM berjalan dengan aman dan lancar meski dalam kondisi darurat.
“Di tengah keterbatasan akibat bencana, semangat belajar anak-anak dan dedikasi para guru ini patut kita apresiasi,” ujar Azhari.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama berkomitmen mendampingi madrasah terdampak hingga proses pemulihan selesai, termasuk menyiapkan solusi pembelajaran sementara yang layak dan aman.
“Kondisi ini tentu tidak ideal, tetapi kita terus berkoordinasi dengan semua pihak agar madrasah yang rusak dapat segera ditangani,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, menjelaskan bahwa MIN 5 Pidie Jaya merupakan salah satu madrasah yang harus direlokasi karena bangunan sekolahnya hanyut dibawa arus banjir.
“MIN 5 Pidie Jaya adalah salah satu madrasah yang terdampak berat. Namun alhamdulillah, PBM tetap bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas masyarakat, seperti masjid. Ini bukti kuatnya kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap pendidikan,” kata Khairul.
Khairul menambahkan, secara umum mayoritas madrasah terdampak di Aceh telah mulai melaksanakan PBM sejak 5 Januari, baik di lokasi sekolah masing-masing maupun di tempat relokasi sementara seperti masjid, meunasah, dan fasilitas umum lainnya.
Kemenag Aceh berharap proses pemulihan pendidikan pascabencana dapat terus berjalan, sembari menunggu pembangunan kembali sarana dan prasarana madrasah yang rusak akibat bencana.[]