[Kuta Makmur | Darwin] Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Porvinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh beserta rombongan yang didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Aceh Utara, Drs. H. Zulkifli Idris serahkan bantuan kemanusiaan Rohingya.
Bantuan swadana Kementerian Agama Kab/Kota yang dikoordinir oleh Subbag Inmas Kanwil Kemenag Aceh tersebut disampaikan Kakanwil, Sabtu (11/7), di tengah-tengah aktivitas 311 penggungsi Rohingya di Barak Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur Kab. Aceh Utara.
Disambut oleh Tim pengamanan pengungsi, Kakanwil beserta rombongan langsung menuju ke tenda-tenda pengungsian guna berbincang langsung dengan pengungsi yang sebagian besar tidak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris.
Dalam sambutannya kepada Panitia Pengurus Barak Pengungsian Kakanwil menjelaskan, kedatangannya kelokasi pengungsian untuk melihat langsung kondisi pengungsi dan bersilaturrahmi bersama pengungsi Rohingya sekaligus menyerahkan bantuan dana Rp. 27.625.400 (dua puluh tujuh juta enam ratus dua puluh lima ribu empat ratus ribu) rupiah dari Pegawai Kementerian Agama Aceh.
Lebih lanjut Kakanwil menjelaskan bahwa bantuan tersebut terkumpul dari beberapa Satuan Kerja Kementerian Agama di Aceh yaitu Kanwil Kemenag Aceh sebesar Rp. 5.927.200, Kankemenag Aceh Besar Rp. 37.300.000, Kankemenag Kota Banda Aceh sebesar Rp. 16.000.000, Kankemenah Kab. Abdya sebesar Rp. 10.804.000,- Kankemenag Kab. Nagan Raya sebesar Rp. 5.710.000,- Kankemenag Kab. Aceh Barat Rp. 3.020.000, Kankemenag Kab. Aceh Utara Rp. 2.100.000, Kankemenag Bener Meriah Rp. 1.915.000,- dan Hamba Allah Rp. 100.000,-.
“Dana yang terkumpul sebesar Rp. 82.876.200 (delapan puluh dua juta delapan ratus tujuh puluh enam ribu dua ratus rupiah tersebut di bagi ke tiga lokasi pengungsian Rohingya di Kab. Aceh Utara, Kota Langsa dan Kab. Aceh Timur, masing-masing sebesar Rp. 27.625.400 (dua puluh tujuh juta enam ratus dua puluh lima ribu empat ratus rupiah),” jelas Kakanwil.
“Semoga dengan kedatangan Kami bersilaturrahmi langsung dengan pengungsi dapat memberi semangat baru kepada mereka dalam melakukan aktifitas selama di kamp pengungsian, dan kepada Pengungsi Kami harap dapat menggunakan waktu yang ada untuk beribadah, berdo’a, menuntut ilmu dan juga menjaga kesehatan selama berada di barak pengungsian” harap Kakanwil. [y]













