Jika Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) madrasah, yang mengukur kemajuan unit kerja dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dikerjakan secara bersama, maka kian mudah untuk mewujudkannya.
Harapan ini disampaikan Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi saat pembukaan acara yang diprakarsai Bidang Madrasah (Penmad), Pengisian Evidence Madrasah Pilot Project Pembangunan ZIWBK dan WBBM, di Hotel Grand Permata Hati Blang Oi Kec Meuraxa Banda Aceh, sore Senin, 21 September 2026.
Di depan 160 peserta dari kepala madrasah/operator/koordinator ZI, Kakanwil harapkan jajaran madrasah terus berkomitmen dan kompak antar elemen dalam menyelesaikan lewat aplikasi PMPZI itu. Operator semacam PIC ZI dan Koordinator termasuk penanggung jawabnya.
"Kita tidak boleh menyerah, meski mungkin ada beberapa kekurangan. Di tengah keterbatasan bisa saja terdapat kemenangan seperti juara MTQN yang baru saja kita jemput ketibaan itu," ujarnya didampingi Kabid Penmad H Khairul Azhar SAg MSi dan jajaran.
Setelah ZIWBM dicapai, ujar Kakanwil dalam pembukaan sekembali dari Bandara SIM, maka level akan naik menuju tahap WBBK.
"WBK dan WBBM tidak didapat, jika tidak dengan secara kebersamaan. Semua layani dan semua mengupdate deviden yang dibutuhkan, yang diminta," jelas Kakanwil.
"Jika jalan sendirian misalnya kepala madrasah saja, ini akan sulit. Jadi semua diharapkan sampaikan pelaporan dan dan seiya sekata dalam berikan pelayanan, kepedulian, dan upaya pencegahan korupsi," pungkas Azhari di depan delegasi, 80 Madrasah Pilot Project se Aceh.
Kakanwil sebutkan, selain mendorong reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas dan transparansi pelayanan publik, membangun budaya kerja yang akuntabel dan melayani, juga ikhtiar ini bagian pencegahan korupsi.[]













