Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag RI melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, gelar bimbingan teknis (bimtek) pelaksanaan dan pelaporan bantuan bagi madrasah swasta di Aceh, berupa dana rehabilitasi pascabanjir.
Bimtek atau Asistensi Tindak Lanjut Hasil Supervisi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pemenuhan Sarana Pembelajaran Madrasah Terdampak Bencana Aceh-Sumatera 2026, dibuka resmi Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Prof Dr H Amien Suyitno MAg, secara virtual, Senin malam, 5 Oktober 2026.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi, dalam sesi awal bimtek di Hotel Grand Permata Hati Blang Oi Kec Meuraxa Kota Banda Aceh, sampaikan apresiasi pada Direktur KSKK dan jajaran yang bersama Tim Subdit Sarjana Prasarana (Sarpras) Ditjen Pendis, menggelar acara selama tiga hari ini di Aceh. Tim Sarpras KSKK diturunkan mendampingi ratusan calon penerima bantuan.
"Apresiasi untuk Direktur KSKK atas inisiatif yang gelar acara di Aceh," ucap Kakanwil, yang pagi juga membuka Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) provinsi, luring dan daring di MAN 1 Banda Aceh.
"Kami harapkan bagi peserta, usai acara ini, bisa memahami cara pembuatan laporan setelah pelaksanaan di lapangan, sehingga tidak ada masalah di kemudian hari," ujar Azhari di depan para kepala MI, MTs, dan MA yang didominasi kepala madarasah yang perempuan.
Dalam bimtek peserta difokuskan juga pada penyiapan dan melengkapi persyaratan yang ketat untuk pencairan dengan juknis pelaksanaannya.
Dalam sambutan dan ucapan selamat datang pelaksana peserta acara, Kakanwil sampaikan kondisi madrasah di Serambi Mekkah, termasuk angka yang lebih 1.700 buah madrasah, yang berstatus swasta, tapi tetap berprestasi apalagi yang bentuk boarding. Kakanwil juga sampaikan di sini ada lebih 600 unit yang negeri.
"Untuk acara Bimtek Sarpras Madrasah Swasta, sebanyak 119 madrasah dihadirkan dalam acara yang dibahani dan didampingi tim Subdit Sarpras KSKK dan pihak perbankan," lapor Kasubdit Sarana Prasarana Dit KSKK Madrasah Dr Abd Basir SPdI MPdI.
Dalam laporannya, Dr Abd Basir SPdI sampaikan juga acara ini berangkat dari data Kanwil tentang madrasah mana yang akan direhab, yang dilakukan berjenjang dan berkali-kali kesahihannya, dari lapangan.
Ikut menyampaikan arahan Dirjen Pendis Prof Dr H Amien Suyitno MAg, dan Direktur KSKK Madrasah Prof Dr Hj Nyayu Khodijah SAg MSi, setelah penampilan Tari Rapai Geleng bersama MA Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) Darul Imarah Aceh Besar.
Dirjen Pendis, saat membuka, sampaikan, bahwa ini bagian dari bukti kehadiran pemerintah dalam tahapan rehab pascabanjir bagi madrasah swasta.
"Pemerintah responsif dan Pemerintah pastikan layanan tetap berjalan, meski dalam kondisi tidak normal, dan ini patut kita syukuri," ajak Prof Amien Suyitno.
Dalam arahannya juga, Direktur KSKK Prof Nyayu Khodijah sampaikan, "Kami sangat paham dengan kesabaran pihak madrasah yang sabar menanti proses pencairan yang dibekali lewat bimtek, sehingga proses pelaporan nanti."
Diakuinya, ada proses yang cukup rumit kadangka menyangkut plaining dan pencairan, yang sesuai juknis dan regulasi. Juga tata laksana hingga pelaporan.
Harapan kita, ajaknya, madrasah ditingkatkan sarana dan layanan. Dengan demikian akan meningkat pula animo memasukkan anaknya ke madrasah.
Hadir antara lain Kabid Penmad H Khairul Azhar SAg MSi, Plt Kabag TU Dr Hj Aida Rina BAcc MM yang baru tiba dari Simeulue, Ketua DWP Kanwil, dan jajaran Bidang Penmad.[]












