Banda Aceh (Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh membuka Workshop Pengembangan/Pengayaan Kurikulum Madrasah Diniyah Taklimiyah se-Aceh di Hotel Permata Hati, Blang Oi Banda Aceh, Rabu (14/3) siang.
Dalam arahannya Kakanwil mengatakan Diniyah taklimiyah dari dulu sudah ada, kemudian sesuai perkembangan zaman berubah, Diniyah punya lembaga khusus dan punya ruang belajar.
"Sebelum Indonesia merdeka, madrasah taklimiyah sudah berdiri, yaitu madrasah tertua bernama Diniyah Padang Panjang, Aljumusia di Padang Panjang, Padang," ujar Kakanwil.
Selain itu, Kakanwil menyebutkan di Aceh juga berdiri Diniyah Taklimiyah Al-Muslim di Matang Geulumpang Dua Bireuen yang berdiri tahun 1931. Diniyah tersebut didirikan oleh Tgk Abdurrahman Blang Meucat.
Lebih lanjut Kakanwil menyatakan, Diniyah Taklimiyah perlu dukungan dari Pemda.
"Hari ini di Aceh ada dinas Pendidikan Dayah, kesempatan itu perlu dimanfaatkan baik berupa support fisik, kita berharap ini akan terus berkumbang dan Putra-putri Aceh punya potensi luar biasa, di Porsadin tahun 2017 santri Aceh memperoleh prestasi 4 nasional," ucap Kakanwil memotivasi.
Workshop bertema "Menuju proses pembelajaran madrasah Diniyah Taklimiyah yang berkualitas dan berdaya saing" diikuti oleh 40 peserta terdiri atas guru Madrasah Diniyah Taklimiyah Kabupaten/Kota se Aceh.
Turut hadir pada pembukaan itu, Kabid PD Pontren, Drs H Djulaidi M Ag dan para Kasi di Bidang Pontren Kanwil Kemenag Aceh.[]










