Banda Aceh (Inmas)---Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh melalui Pembimas Budha menggelar Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang Humanis Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2018, di Hotel Seventeen, Banda Aceh, Jum'at (18/5).
Kegiatan bertema "Tenaga pendidik yang humanis melahirkan siswa-siswi yang berkarakter mulia" tersebut dibuka Kakanwil Kemenag Aceh Drs H M Daud Pakeh.
Dalam sambutannya Kakanwil mengatakan guru harus memiliki kemampuan dan kompetensi.
"Budha mengajarkan muridnya dalam mengajar untuk mengenali muridnya terlebih dahulu, kemudian diajarkan muridnya itu sesuai dengan kemampuan murid tersebut," ujar Kakanwil.
Dahulu guru adalah benar-benar pendidik, guru saat ini adalah fasilitator anak dalam belajar, sebut Kakanwil.
Kakanwil juga mengatakan bahwa salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran, guru harus mengenal muridnya, muridnya mencintai gurunya.
"Saat kami masih mengajar di bangku Madrasah, kami memberikan kontrak nilai kepada anak-anak, silahkan pilih nilai yang ingin ia capai," jelas Kakanwil yang juga seorang guru.
Salah satu metode yang diajarkannya dalam mengajar sebagaimana tersebut dalam sepotong ayat al-Qur'an "Walatufshidu fill arzhi ba'da ishlahiha," artinya: Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi setelah Tuhan memperbaikinya.
Menurut Kakanwil, ayat tersebut bukan hanya untuk dihafal namun juga untuk diaplikasikan. Siswa diajak belajar di luar kelas, belajar dengan alam. "Begitulah bentuk implementasi ayat tersebut, disisi lain misalnya siswa memungut sampah, dan mengurai tumpukan sampah, sehingga didapatkan timbunan sampah plastik, kemudian sang guru mengajak para siswa menghubungkan peristiwa tersebut dengan ilmu sains," ungkapnya.
"Apa yang didapatkan siswa?" Ternyata sampah plastik merusak tatanan tanah. Inilah salah satu contoh pengalaman yang kita dapati, urai Kakanwil.
Ketika ada murid yang lebih berhasil dari gurunya, sebenarnya itulah guru yang berhasil mendidik muridnya. Yakinlah murid itu tidak akan pernah melupakan gurunya, tutup Daud Pakeh.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari, sejak 18 s.d 20 Mei 2018 tersebut diikuti 40 peserta se-Aceh.[]









