Pemanfaatan aset wakaf secara produktif diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kemaslahatan bagi umat. Karena itu, tanah wakaf perlu terus dijaga dan dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama dalam mendorong pengembangan wakaf produktif, sehingga aset yang tersedia dapat dioptimalkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat.
Sebagai bentuk perhatian terhadap program tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Tarmizi SAg MPd, mengunjungi dan meninjau langsung lahan wakaf milik KUA Kecamatan Bener Kelipah, Selasa 8 September 2026.
Lahan tersebut telah dimanfaatkan dengan ditanami tanaman kopi yang kini berusia sekitar tujuh bulan sejak selesai ditanam. Pertumbuhan tanaman hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang baik.
Dalam peninjauan tersebut, Tarmizi melihat langsung kondisi tanaman sekaligus perkembangan pemanfaatan lahan. Ia menyampaikan pentingnya perhatian terhadap aset wakaf yang berada di wilayah kerja KUA agar tetap terawat dan dapat memberikan hasil yang optimal.
“Kepada para Kepala KUA, saya berharap tanah-tanah wakaf yang belum produktif terus kita manfaatkan, kita selamatkan dan kita rawat. Jangan sampai tanah wakaf yang ada menjadi terlantar. Mari kita dorong agar bisa menjadi produktif dan memberikan manfaat bagi umat,” ujar Tarmizi.
Ia berharap langkah tersebut dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga aset wakaf tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi serta mendukung pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan lahan melalui budidaya kopi ini sekaligus menjadi contoh bahwa aset wakaf dapat dikembangkan secara produktif untuk memberikan nilai tambah bagi umat.
Dalam kunjungan tersebut, Tarmizi didampingi Kasubbag Tata Usaha, para Kasi serta staf Kankemenag Bener Meriah.[]












