Guru dan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat kembali menghasilkan karya sastra melalui penerbitan dua buku antologi puisi dan cerpen yang diluncurkan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa, 20 Oktober 2026. Kedua buku tersebut menjadi bagian dari upaya warga madrasah mengembangkan budaya literasi melalui karya tulis.
Dua buku yang diterbitkan berjudul Simfoni Sunyi di Bawah Langit Persahabatan dan Satu Bait, Satu Cahaya untuk Negeri. Keduanya memuat karya sastra siswa dan guru yang mengangkat tema persahabatan, kerukunan, dan nilai-nilai kehidupan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Dr H Khairul Azhar SAg MA, meluncurkan kedua buku tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas kreativitas warga madrasah. Menurutnya, penerbitan buku antologi menunjukkan bahwa siswa dan guru memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuan menulis serta menyampaikan pesan kebaikan melalui karya sastra.
“Alhamdulillah, karya guru dan siswa madrasah terus meningkat, baik dari segi jumlah maupun kualitas. Hal ini menunjukkan bahwa potensi literasi dan kreativitas di lingkungan madrasah semakin berkembang. Kami berharap semangat berkarya ini terus dipelihara dan ditingkatkan,” ujar Khairul Azhar.
Penerbitan dua antologi tersebut merupakan karya kedua yang dihasilkan warga literasi MAN 1 Aceh Barat. Sebelumnya, mereka menerbitkan buku antologi cerpen bertema kearifan lokal Aceh Barat berjudul FAI. Buku tersebut diluncurkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, pada Festival Literasi Aceh di Gedung Anjong Mon Mata, Banda Aceh, 3 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, buku karya warga madrasah juga diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Bukhari ST. Buku antologi turut diserahkan kepada Bunda Literasi Aceh Barat oleh Ketua Pengawas Madrasah, yang juga menjadi salah seorang penulis dalam buku tersebut.
Bunda Literasi Aceh Barat mengapresiasi penerbitan buku karya siswa dan guru tersebut. Ia berharap karya itu dapat menginspirasi warga madrasah lainnya untuk membangun kebiasaan membaca, menulis, dan menghasilkan karya yang bermakna.
Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal MPd, bersama guru dan tim literasi madrasah terus mendorong keterlibatan warga madrasah dalam menghasilkan karya tulis. Ia berharap penerbitan dua buku antologi ini tidak berhenti pada peluncuran, tetapi menjadi dorongan bagi siswa dan guru untuk terus berkarya serta menyampaikan pesan persaudaraan, kedamaian, dan nilai-nilai keislaman melalui tulisan.
Penerbitan dua buku ini menandai keberlanjutan gerakan literasi MAN 1 Aceh Barat sekaligus membuka ruang bagi warga madrasah untuk mengembangkan kreativitas, menuangkan gagasan, dan berkontribusi dalam penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan.[]












