Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Subulussalam menggelar acara pelepasan dan peusijuek (tepung tawar) bagi Kasubbag TU Jamhuri SHI beserta Istri dan Jazuli SPd Guru pada MIN 1 Inovasi Kota Subulussalam, sebagai jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Doa dan ritual berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenag, DWP, ASN dan PPNPN.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Kemenag Kota Subulussalam dan Ceramah Agama yang diisi oleh Ustadz Drs H Abrurrazaq Naufal MM.
Dalam Arahannya H Munawar Abdurrahman SE MSi selaku Kepala Kantor mengingatkan para calon jemaah untuk menyadari bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT.
Ia menekankan bahwa perjalanan haji merupakan proses pembinaan diri secara spiritual. “Ibadah haji ini adalah simulasi Padang Mahsyar, tempat kita belajar membunuh kesombongan dan melatih kesabaran di tengah keramaian. Jangan biarkan amarah merusak pahala ibadah yang telah kita bangun,” pesannya.
Lebih lanjut, ia mengajak para jemaah untuk membangun komunikasi spiritual yang kuat dengan Allah SWT. “Bangunlah dialog dalam doa, gunakan bahasa kalbu sendiri, dan rasakan kedekatan emosional dengan Rasulullah SAW. Dari sanalah akan lahir kekuatan batin dalam menjalani setiap rangkaian ibadah,” tambahnya.
Kepala Kantor juga mengingatkan bahwa tujuan utama perjalanan haji bukan sekadar aspek fisik, tetapi juga spiritual. “Engkau tidak pergi ke Mekah untuk melihat Ka’bah, tetapi untuk menemui Pemilik Ka’bah. Engkau tidak pergi ke Madinah untuk melihat makam, tetapi untuk menyatakan cinta kepada sang Pembawa Kebenaran,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap para jemaah dapat membawa pulang perubahan yang nyata. “Bawalah oleh-oleh spiritual. Perjalanan haji yang mabrur akan tercermin dari perilaku saat kembali ke tengah masyarakat masing-masing,” tutupnya.
Selaras dengan sambutan Kakankemenag, cramah agama yang disampaikan juga menekankan tentang Esensi dari Pelaksanan Ibadah Haji. Setiap rangkaian haji mengandung makna mendalam. Ihram mengajarkan kesederhanaan dan persamaan derajat, wukuf di Arafah menjadi gambaran Padang Mahsyar yang mengingatkan manusia akan hari kembali kepada-Nya, dan tawaf melambangkan ketundukan total kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, haji yang mabrur tidak hanya terlihat saat di Tanah Suci, tetapi tercermin dalam perubahan sikap setelah pulang.lebih sabar, rendah hati, menjaga lisan, serta semakin peduli terhadap sesama.
Prosesi peusijuk menjadi bagian penting dalam rangkaian acara sebagai tradisi kearifan lokal masyarakat Aceh yang sarat makna doa, keselamatan, dan keberkahan. Para calon jemaah secara bergiliran mengikuti prosesi tersebut dengan penuh khidmat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para calon jemaah haji yang merupakan keluarga besar Kemenag Kota Subulussalam dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik maupun mental, dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, kelancaran perjalanan, serta kepulangan jemaah dalam keadaan sehat dan membawa keberkahan bagi daerah.[]









