[Kanwil | Muhammad Yakub Yahya] Setelah dibuka secara resmi oleh Plh Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Hamdan Selasa (14 Oktober), dan peserta ikuti tes tulisan dan wawancara, sepanjang Rabu (15 Oktober), 125 Calon Pengawas PAI se Aceh, diuji Karya Tulis Ilmiah (KTI) mereka.
Di hadapan para penguji dari profesor, doktor, dan magsiter pendidikan, peserta di Aula SMK 1, 2, 3 itu dibagi dalam beberapa kelompok sedang. Satu penyaji dari peserta mempresentasikan, yang lain menanggapi dan menanyakan, dan kelihatan seru juga suasana diskusinya.
Sebab dalam kelompok dicampur guru dari berbagai jenjang (PAUD/TK hingga SMA/SMK) dan kabupaten/kota (Sabang hingga Singkil), berbeda golongan/pangkat (misalnya IIIb hingga IVa), serta dipadukan laki-laki dengan perempuan.
Sebagaimana harapan Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Ibnu Sa’dan MPd, melalui Plh Kakanwil Drs H Hamdan MA, saat membuka seleksi atau Uji Kompetisi Calon Pengawas PAI se Aceh (Selasa, 14 Oktober). Acara di Aula SMK 1, 2, dan 3, Lhong Raya Bandara Raya Banda Aceh itu, bahwa kita ke depan dengan adanya Uji Kompetisi Calon Pengawas PAI adalah adanya kompetisi dan kompetensi para Pengawas PAI dan gurunya, yang mengajar di sekolah umum.
Dengan demikian akan seimbang keprofesionalannya dan pengawasannya terhadap program, output, anggaran, tunjangan dan sebagainya.
Para Pengawas PAI dan guru PAI yang diawasinya, di PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK (yang berada di bawah Bidang PAI Kanwil Kementerian Agama Aceh), juga akan berkompetisi dan mensinergiskan diri dengan dinamikan guru agama di madrasah (yang berada di bawah Bidang Madrasah Kanwil Kemenag Aceh).
Kabid PAI Kanwil, Drs Saifuddin mengulangi, “Kita sebenarnya butuh 500-an Pengawas PAI, tapi kali ini yang ikut hanya 125 peserta.” Memang sebelumnya telah ada seratusan Pengawas PAI di Aceh, tapi tetap masih kurang.
Dan, pengumunan 10 hari mendatang... [inmas]















