Banda Aceh (Khalil/Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh mengatakan, pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan Agama Islam, pembentukan karakter anak bangsa, dan menjadi bagian yang sangat penting dalam rangka mempertahankan dan memperkuat perdamaian di Aceh.
Karena santri adalah identitas Kita, banyak santri di Aceh merupakan pemimpin, pemuka Agama, pelopor teladan dan akhlakul karimah di masa yang akan datang, Santri adalah pembaharu dan Pemersatu dalam keragaman dan kebersamaan. Santri adalah kebanggaan bangsa dan negara republik Indonesia.
"Jangan lupakan pondok pesantren, perjuangkan pondok pesantren, inilah identitas kita, inilah identitas bangsa kita, terutama bangsa kita Aceh," ujar Kakanwil dalam sambutannya pada acara Haflah Takhrij Wisudawan/wati santri Riab, di Mata Ie, Minggu .(15/4).
Selain itu, Kakanwil juga mengatakan beberapa periode silam, pondok pesantren dianggap kumuh, santrinya adalah anak-anak keterbelakangan, tetapi sekarang santri adalah anak-anak hebat, anak berprestasi.
Menurut Kakanwil, santri memiliki gaung dan kiprah yang besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sehingga Presiden pun menetapkan 22 oktober sebagai hari santri Nasional.
"Kementerian Agama mengembalikan kiprah, harkat martabat Pondok Pesantren dengan progam unggulan Ma'had Ali. Lulusannya setara dengan perguruan tinggi. Lembaga pondok pesantren di akui negara, santri diakui negara, Ijazahnya juga diakui negara," ucap Kakanwil.
"Orang tua kita, kakek moyang kita adalah ulama-ulama besar juga ulama kontemporer," lanjutnya.
Meskipun dalam suasana rintik hujan, namun Kakanwil tetap kobarkan semangat para santri untuk terus belajar dan menjadi yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Sebelumnya, Kakanwil meresmikan gedung baru bernilai 1,2 Milyar milik Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) di komplek Dayah tersebut, Gue Gajah, Mata Ie, Aceh Besar. Gedung yang dibangun oleh Yayasan dan Wali santri dengan luas 730 meter, berlantai tiga dan memiliki 6 ruang belajar.
Turut hadir pada peresmian tersebut, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Asisten I Pemerintah Aceh, Iskandar A Gani, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Bustami Usman, Ketua Lembaga Hubungan Kerjasama UIN Ar-Raniry, Prof Syahrizal Abbas dan Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Djulaidi, M.Ag. []










