Dari Hafalan Pagi, Ira Menapak Prestasi ke Provinsi

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi
Author22 September 2026
Dari Hafalan Pagi, Ira Menapak Prestasi ke Provinsi
Khairatun Hisan, Siswi MAN Sabang

Selepas salat Subuh, ketika sebagian orang masih menikmati pagi, Khairatun Hisan sudah duduk di hadapan ibunya.

Al-Qur'an terbuka. Ia mengulang hafalan, sementara sang ibu, Juliana, menyimak dengan sabar. Setelah murajaah selesai, ia bersiap berangkat ke sekolah. Rutinitas itu dijalaninya hampir setiap hari.

Pemandangan itu hampir setiap pagi berlangsung di rumah mereka.

Ada satu alasan mengapa rutinitas tersebut terasa istimewa bagi keluarga Ira. Ayahnya, almarhum Ustad Nuvrizal, juga dikenal dekat dengan Al-Qur'an.

Ira masih berusia lima tahun ketika ayahnya meninggal dunia. Karena masih kecil, ia tidak memiliki banyak kenangan langsung tentang sosok ayahnya. Tentang almarhum, lebih banyak ia dengar dari ibu dan orang-orang yang pernah mengenalnya.

"Almarhum adalah Imam di Masjid Agung Babussalam Kota Sabang, hafiz 30 juz. Selain itu, almarhum juga salah satu pelatih tafsir Bahasa Inggris, sekaligus menjadi juri MTQ tingkat provinsi cabang tafsir," ujar Eriadi, rekan seperjuangan almarhum.

Kini, Ira memang belum sampai pada capaian hafalan seperti ayahnya. Ia baru menghafal enam juz Al-Qur'an. Namun, setiap pagi, ia terus menambah dan mengulang hafalan itu dengan caranya dan ibunya. 

Dari rumah itulah hari-hari Ira kemudian berlanjut ke madrasah.

Khairatun Hisan, yang akrab disapa Ira, kini duduk di kelas XI Madrasah Aliyah (MAN) Sabang. Dari kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang itulah, satu per satu prestasi mulai diraihnya.

Pada 2024, saat masih bersekolah di MTsN Sabang, Ira meraih Juara I Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Aceh jenjang MTsN. Dua tahun kemudian, ketika sudah menjadi siswa MAN Sabang, ia kembali meraih prestasi pada ajang yang sama dengan menempati Juara II tingkat Provinsi Aceh.

Ira tidak hanya menekuni bahasa Arab. Kini pada 2026, ia juga meraih Juara I Olimpiade Matematika dan IPA (OMI) bidang fisika tingkat Kota Sabang jenjang SMA/MA. Di luar kompetisi, ia telah menghafal enam juz Al-Qur'an, aktif di OSIM, serta mengikuti sejumlah kegiatan organisasi lainnya.

Padatnya kegiatan tidak membuat rutinitas belajarnya berhenti. Sepulang sekolah, Ira kembali belajar dan mengikuti bimbingan bersama guru pembimbing bahasa Arab atau fisika sesuai jadwal. Malam hari, waktunya diisi dengan mengaji kitab di balai pengajian.

Belajar, baginya, bukan hanya tentang mengejar prestasi.

"Saya takut ketika besar nanti tidak jadi apa-apa, tidak jadi seseorang, tidak berguna. Jadi saya perbanyak bidang yang saya ikuti supaya punya banyak opsi ketika lulus MAN, mau kuliah di mana dan seperti apa," tuturnya.

Ada alasan lain mengapa Ira senang mencoba banyak bidang. Ia ingin menantang dirinya sendiri dan melatih cara berpikirnya agar lebih terbuka.

"Kita harus ada tujuan. Kita di madrasah hari ini untuk apa? Perbanyak mengikuti hal-hal positif, baik di madrasah maupun di luar madrasah," katanya.

Di rumah, ada ibu yang setiap pagi menyimak hafalannya. Di madrasah, ada guru yang mendampingi persiapannya menghadapi berbagai kompetisi.

Kepala MAN Sabang, Saddam Khadafi, terus memotivasi Ira agar memberikan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Para guru bahasa Arab dan fisika juga memberikan bimbingan rutin untuk mendukung bidang yang ditekuninya.

Bagi Ira, dukungan itu membuatnya memiliki ruang untuk berkembang. Bahasa Arab, fisika, hafalan Al-Qur'an, organisasi, dan kegiatan lainnya tidak harus dipilih salah satu. Semuanya menjadi bagian dari proses belajar yang sedang dijalaninya.

Di tengah prestasi yang terus bertambah, Juliana tetap mengingatkan putrinya agar tidak larut dalam pencapaian.

"Jangan membanggakan diri, tetap rendah hati dan selalu bersyukur kepada Allah," pesan sang ibu.

Pesan itu pula yang terus dipegang Ira. Setiap pagi, sebelum berangkat ke madrasah, ia kembali duduk di hadapan ibunya. Membuka Al-Qur'an, mengulang hafalan, lalu bersiap menjalani hari.[]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh