Butuh Komitmen dan Kerja Keras Kembangkan MAN Insan Cendekia

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author06 Juli 2015
Butuh Komitmen dan Kerja Keras Kembangkan MAN Insan Cendekia

[Bekasi | Alfaizin]  Pembangunan MAN Insan Cendekia merupakan upaya luar biasa, makanya harus ditangani dengan tindakan yang luar biasa pula. Pemikiran, komitmen dan kerja keras sangat dibutuhkan untuk menghasilkan kualitas lulusan yang unggul dan bermutu.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI Mahsusi, saat memberikan materi di hadapan Pengelola MAN Insan Cendekia di 20 Provinsi pada acara Rapat Koordinasi Program Pendidikan Menengah Universal MAN Insan Cendekia di Bekasi.

Turut hadir sebagai peserta perwakilan Provinsi Aceh Kepala Bidang Pendidikan Madarsah Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs. Efendi, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur Drs.H.Marzuki A,MA  dan JFU Pengembang Sarpras Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Alfaizin.MA,MM (Senin, 29/6).

Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama RI melalui Direktort Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam sedang membangun 20 MAN Insan Cendekia di Indonesia. Enam di antaranya telah siap beroperasi pada Tahun Pelajaran 2015/2016 yaitu MAN IC Aceh Timur, Siak Riau, OKISumatera Selatan, Bangka Tengah Babel, Pekalongan Jawa Tengah dan MAN IC Paser Kalimantan Timur. Sebelumnya, Kemenag sudah membina tiga MAN IC yang berlokasi di Serpong, Gorontalo, dan Jambi.

Menurut Mahsusi, masyarakat sudah mengetahui kualitas siswa-siswa MAN IC, baik MAN IC Serpong, Gorontalo dan Jambi, sehingga ekspektasi mereka terhadap madrasah binaan Kemenag ini pun sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas dari sekian banyak prestasi yang telah ditorehkan, baik prestasi akademik dengan capaian nilai ujian nasional yang memuaskan, menjuarai olimpiade sains baik nasional maupun internasional, serta  prestasi non akademik lainnya.

Agar kualitas MAN IC tetap terjaga, Mahsusi mengingatkan kepada aparatur Direktorat Pendidikan Madrasah untuk mempersiapkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan baik sejak rekrutmen, pembekalan, dan peningkatan capacity building.

“Kalau guru-guru MAN IC itu direkrut dari guru PNS, maka harus dilakukan sesuai aturan kepegawaian yang mengatur guru PNS. Misalkan proses lolos butuh untuk kepindahannya di MAN IC, sertifikasi dan tunjangan profesinya serta hal-hal lain terkait,” jelasnya.

Mahsusi tidak lupa berpesan agar rekrutmen PTK tetap dilakukan sesuai aturan. Jangan sampai untuk tujuan meningkatkan mutu, tapi mengabaikan aturan yang ada. “Terkait hal ini, yang berwenang untuk memutasi adalah Biro Kepegawaian, bukan Kanwil Kementerian Agama,” tegas Mahsusi.

Kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan Menengah Universal MAN Insan Cendekia diikuti oleh 60 orang yang terdiri dari Bidang Pendidikan Madrasah, Kankemenag Kab./Kota, dan Pengelola Teknis 20 MA Insan Cendekia di Indonesia.

Sementara itu Kasubdit Sarana dan Prasarana, Sarpani, mengatakan bahwa rakor ini penting untuk kesamaan pandang, langkah dan aksi agar mampu mewujudkan MAN IC sama dengan MAN IC yang telah ada. Nilai-nilai dan kultur akademik yang unggul di MAN IC Serpong, Gorontalo dan Jambi mampu didesiminasikan dengan baik di 20 MAN IC yang baru. [yyy]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh