[Embarkasi Aceh | Yakub] Diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Tgk Mulyadi Daud, “al-hajju asyhurum ma’lumat….” (QS Al-Baqarah), pelepasan Kloter 4 resmi dilakukan di Aula Utama, Senin siang (22 Sept). Kloter 4 terdiri dari Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Singkil (boleh kita sebut Kloter pantai barat-selatan).
Hadir dalam acara pukul 14.00 WIB, para Bupati (yang mewakili) dari kelima kabupaten dan Kakankemenag masing-masing. Tampak Kakankemenag Aceh Selatan Drs H Asy’ari, Kakankemenag Aceh Barat Drs H M Arif Idris, Kakankemenag Aceh Jaya Drs H Daud Pekeh, Kakankemenag Aceh Barat Daya Drs H Arijal, dan Kakankemenag Aceh Singkil Drs Salihin Mizal.
“Mari dengan niat yang tulus laksanakan semua kewajiban haji di san. Jaga kesehatan, jangan terpisah sampai di sana,” jelas Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah, di hadapan Wabup Aceh Jaya, Sekda Abdya, mewakili Bupati Singkil, dan mewakili Bupati Aceh Selatan.
Bupati Tito (HT Alaidinsyah) ajak jamaah, jangan kontak langsung dengan korban yang sedang terjangkit virus. “Mari saling menghormati satu kelompok dengan lainnya. Jagalah kekompakan dan hindari kontak langsung dengan korban. Untuk tahu korban virus yang sedang mewabah di sana, misalnya dengan mengenal ciri khususnya,” ujarnya. Sehari sebelumnya, Bupati menginap di Asrama Haji, dan sempat bersilaturrahmi dengan Waled NU (Tgk Nuruzahri), Kakanwil, Wabup Aceh Jaya dan para Kakankemenag, sesaat sebelum pelepasan.
Kloter 4 terbang pukul 20.00 WIB, dan usai pelepasan langsung dinaikkan ke bus, ke Bandara SIM, Senin (22 Sept).
Waiting list hingga Senin (22 Sept), berjumlah 63.348 dari Aceh saja. [akhyar/amwar/fajriah/ashan-xcn]















