Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (Kabid PAI) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr Hj Aida Rina Elisiva BAcc MM sampaikan pembukaan dan membahani para guru dalam acara Pembinaan Guru PAI 2026; "Implementasi Artificial Intelligence sebagai Tools dlm Pembelajaran Pendidikan Agama Islam", di SMPN 3 Ingin Jaya Aceh Besar, Kamis, 3 September 2026.
Dalam acara di sekolah di Jalan Bandara SIM, Siron ini, didampingi Kakankemenag Aceh Besar, H Saifuddin SE (Yahwa) dan mitra, Kabid PAI menyatakan bahwa Bidang PAI Kanwil Aceh aktif melakukan pembinaan Guru PAI, juga fokus pencegahan LGBT, bully di media medsos, misalnya melalui rancang poster dengan Artificial Intelligence (AI) se Provinsi Aceh 2026.
Aida Rina yang juga Plt Kabag TU, mengatakan tujuan mereka menggelar pembinaan ini agar AI dapat dimanfaatkan menjadi alat bantu bagi guru PAI dalam mengedukasi dan membangun karakter peserta didik.
Salah satu fokus pembinaan ialah pencegahan perundungan (bullying) di media sosial serta edukasi mengenai perilaku seksual berisiko atau LGBT melalui perancangan poster menggunakan AI.
Harap Kabid PAI, guru PAI memiliki posisi penting dalam membimbing siswa di seluruh jenjang pendidikan. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran agama, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak siswa.
Jika Anda membutuhkan bantuan, janjinya, kami bisa membuatkan ringkasan materi, menyusun poin-poin diskusi, atau mencari informasi tambahan terkait program Kemenag Aceh ini.
"Guru PAI tugasnya mendidik dan membimbing siswa-siswi agar mereka memiliki akhlak yang religius," ujar Aida Rina yang pernah Kasubbag TU Kankemenag Kota Banda Aceh.
Guru PAI juga perlu memahami persoalan yang dihadapi anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Mulai dari perundungan, pelecehan seksual, serta perilaku seksual berisiko yang perlu dapat perhatian serius dari lingkungan pendidikan.
Karena itu, lanjut Aida, guru PAI harus mampu memberikan edukasi kepada siswa agar mereka dapat mengenali perilaku yang tidak sehat, menjaga diri, serta memahami nilai-nilai agama dan batasan dalam pergaulan.
"Kita harus membentengi anak-anak kita dari perbuatan asusila, pelecehan seksual dan sebagainya. Berikan edukasi kepada anak-anak kita untuk menjauhi hal-hal tersebut," pungkasnya di hadapan sekitar 50 peserta.[]












