Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Zainuddin SAg menerima kunjungan tim dari Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban Uniti Kerja Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRKKP BRIN) di aula Al-Ikhwan kemenag setempat, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kunjungan tim PRKKP BRIN di Aceh Tamiang di pimpin oleh Ahmad Rosadi MA tersebut adalah dalam rangka melakukan penggalian informasi mengenai makna banjir dalam perspektif budaya lokal dengan model konservasi manuskrip dan tradisi lisan di Aceh Tamiang.
Zainuddin menyampaikan bahwa kondisi sosial dan keagamaan masyarakat pascabencana banjir bandang di Aceh Tamiang berangsur pulih melalui penguatan solidaritas sosial serta normalisasi tempat ibadah.
"Kuatnya solidaritas kolektif (ta'awun dan ukhuwwah) memulihkan semangat warga secara gotong royong yang digerakkan oleh aksi sukarela warga meski tantangan infrastruktur dan kerentanan ekonomi masih dirasakan," ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa dari bencana banjir bandang tahun 2025 terukir kisah nyata dan kesaksian warga korban tentang tingginya permukaan air banjir serta banyaknya material kayu dan lainnya yang terbawa arus pada bencana besar tersebut.
Melalui Riset yang dilakukan oleh Tim BRIN, Ia berharap dorongan sinergi antara ilmu pengetahuan modern dan kearifan tradisional dapat menjadi rujukan dalam upaya mitigasi bencana dan tradisi lisan masyarakat menjadi pintu masuk dalam memahami sejarah bencana banjir bandang untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi masalah di masa yang akan datang.
Ketua Tim PRKKP BRIN Ahmad Rosadi berharap juga berharap kolaborasi dua pendekatan ini dinilai menjadi langkah penting agar strategi pengurangan risiko bencana tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga berakar kuat pada konteks sosial dan budaya masyarakat setempat.[]












