[Karang Baru | Muhammad Sofyan] Bank Rakyat Indonesia Cabang Kualasimpang yang dipercayakan oleh Jama’ah Haji Aceh Tamiang menitipkan tabungannya di Bank tersebut merasa kurang sempurna kalau tidak merestui, memberikan do’a dengan peusijuk sebagai bentuk pemuliaan.
Demikian disampaikan Salamina, MA Kakankemenag Tamiang padasaat kata sambutannya dalam acara Peusijuk Jama’ah Haji Tamiang yang diprakrasai oleh BRI Cabang Kualasimpang pada Kamias (18/9) di Aula Al-Ikhwan Kankemenag Tamiang.
Salamina memohon maaf kepada seluruh jama’ah haji atas kekurangan dan keterbatasan para petugas Kankemenag Tamiang dalam melayani jama’ah baik pada saat pendaftaran maupun dalam tahap-tahap berikutnya.
Beliau melanjutkan dengan perumpamaan dalam Al-Qur-an dengan kenyataan dalam proses pemberangkatan Jama’ah Haji “Bila kita memperhatikan dalam Al-Qur-an ada dijelaskan bahwa ummat Islam dalam menunaikan ibadah haji terkadang pergi dengan mengendarai unta-unta kurus ini kita perumpamakan ibarat bus yang mengantarkan Jama’ah mungkin ada yang tidak hidup AC-nya atau segala macam kekurangan lainnya”.
Bila kita baca dalam koran-koran ada diberitakan bahwa Jama’ah Haji dari negara-negara lain seperti Afrika ada yang pergi sendiri, mereka membuat kemah-kemah, tidur dilapangan, ada juga perempuan-perempuan dari Afrika yang mereka pergi sendiri ke Masjidil Haram tanpa Mahram sehingga pada tahun yang lalu Pemerintah Arab Saudi melarang mereka memasuki Masjidil Haram karena pergi tanpa mahramnya.
Mereka sangat luar biasa tanpa ada penginapan, tanpa ada katering, mereka menyediakan sendiri kebutuhan mereka, mereka tetap semangat karena tujuan mereka adalah untuk beribadah. Mustakim selaku perwakilan Bank BRI dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Ibu Maulidar selaku Pimpinan BRI Cabang Kualasimpang tidak dapat hadir karena ada perjalanan dinas yang tidak bisa ditinggalkan.
Acara Hari ini kata beliau tidak lain adalah ingin bersilaturrahmi dan turun mendo’akan para Jama’ah Haji Aceh Tamiang semoga dapat menjalankan semua rangkaian Ibadah Haji sesuai dengan yang disyari’atkan dan selamat dalam perjalanan berangkat ke tanah suci dan selamat pula saat kembali ke tanah air dan menjadi Haji yang Mabrur. [yyy]













