[Banda Aceh | Muhammad Yakub Yahya] Memang puncak Idul Adha 1435 Hijriyah, telah lewat (Ahad 5 Oktober), meski PNS nyaris tak libur. Namun, musim haji belum usai, hingga sepekan pertama bulan perdana dalam Tahun Islam, Muharram 1436 H.
Untuk Dzulhijjah, Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar…, mohon maaf lahir dan batin, sengaja dan lupa, sebelum dan sesudahnya. Untuk Muharram, Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1435 Hijriyah.
Mari kawan dan ‘lawan’, aminkan doa awal tahun ini…. Allaahummaj’al haadzihis sanati, awwalahaa shaalihaa, wa awsathahaa falahaa, wa akhirahaa najahaa… (Ya Allah, jadikan tahun ini, awalnya kebaikan, tengahnya kemenangann, dan ujungnya kesuksesan). Meski dalilnya lemah, tapi daripada awal tahun tanpa harapan, ketawa ha ha ha… lebih baik ada secuil doa, bukan?
Lalu, kulit dan daging qurban pun, mungkin masih tersisa di kulkas. Jamaah haji yang masuk Gelombang II pun, belum semua pulang. Jadi haji belum usai, hingga dua pekan lagi, sampai bulan depan.
Ratusan kloter dari Indonesia (yang baru miliki Presiden baru) ini, yang masuk Gelombang II, sedang dan akan pulang ke Tanah Air, termasuk 7 kloter plus 1 kloter gabungan asal Aceh.
‘Haji Aceh’ akan tiba mulai 28 Oktober/ 4 Muharram. Juga termasuk Wagub Aceh, Muallem, akan tiba juga pada bulan Muharram, melalui Embarkasi Bekasi/Jakarta.
Allaahummaj’al hajjam mabruraa, wa sa’yam masykuraa…. untuk jamaah yang kembali. Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun… bagi yang sudah meninggal di tanah Nabi.
Pun demikian, agar syiar Idul Qurban lebih terasa dan menggaung, kali ini kami menurunkannya dalam laporan utama (laput) yang lumayan panjang, di majalah bulanan Kanwil Kementerian Agama Aceh.
‘Kepanjagan’ laput-nya, karena kita padukan dengan qurban. Sebab haji, rekonstruksi tradisi para Nabi, qurban, tasyriq, takbir, dan syiar lain-lainnya dalam Idul Adha jua, maka lebaran haji, mestinya lebih kita syiarkan. Apalagi kita kaitkan dengan kondisi haji 1435 H, dan prestasi Embarkasi Aceh. Apalagi ada yang haji khusus, undangan Raja Arab Saudi, bagi yatim berprestasi asal Aceh.
Oleh karena ini, Majalah Santunan edisi Haji 1435 H, mencoba mensyiarkan dengan ‘lehanan nafas’ yang masih tersisa, dan langkah kecil yang ‘tertatih-tatih’, tapi pasti.
Alhamdulillaah, meski banyak kegiatan rutin, kawan-kawan bisa merampungkannya, dan kini majalah bulanan lagi tahap cetak di PT AMG, dan distribusi via PT Pos Indonesia. Selamat…. [inmas aceh]
[Foto: Karyawati PT Aceh Media Grafika (AMG)/Hr. Serambi Indonesia, sedang selesaikan sisa kerja akhir pekan majalah, di percetakan Jalan Banda Aceh-Medan, Meunasah Manyang PA (Pagar Air), Ingin Jaya, Aceh Besar, siang Jumat, 24 Okt]















