Belajar dari Kopi Gayo, Kakankemenag Bireuen Tekankan Pentingnya Kemasan dalam Penyusunan Modul Ajar Fikih

Fakhrurrazi, S.I.Kom
Fakhrurrazi, S.I.Kom
Author18 Juni 2026
Belajar dari Kopi Gayo, Kakankemenag Bireuen Tekankan Pentingnya Kemasan dalam Penyusunan Modul Ajar Fikih
Kakankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd membuka Bimtek Penyusunan Modul Pembelajaran Fikih

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd, menekankan pentingnya kemasan dan penyajian yang menarik dalam penyusunan modul ajar Fikih saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Modul Pembelajaran Fikih di Aula Kemenag Bireuen, Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam arahannya, Zulkifli menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah modul pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kualitas materi yang terkandung di dalamnya, tetapi juga oleh cara penyajiannya kepada pembaca. Menurutnya, modul yang menarik akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh peserta didik.

Untuk menggambarkan hal tersebut, ia mengajak peserta belajar dari keberhasilan Kopi Gayo yang mampu menembus pasar internasional.

"Kita lihat seperti Kopi Gayo. Mengapa bisa diminati hingga ke Amerika dengan nilai jual yang tinggi? Salah satu faktornya karena kemasannya yang menarik. Begitu juga dengan modul yang kita susun. Selain isi yang berkualitas, sampulnya harus menarik dan bahasa yang digunakan juga harus mampu menarik minat pembaca," ujar Zulkifli.

Selain menyoroti pentingnya kemasan, Zulkifli juga menegaskan bahwa penyusunan modul ajar9 harus berlandaskan tiga pilar utama, yaitu visi, standar, dan proses.

Menurutnya, visi yang jelas akan menentukan arah penyusunan modul, standar menjadi acuan kualitas yang harus dipenuhi, sementara proses yang baik akan memastikan modul tersusun secara sistematis dan sesuai kebutuhan pembelajaran.

"Modul yang baik lahir dari visi yang kuat, mengikuti standar yang tepat, dan disusun melalui proses yang terencana. Ketiga hal ini harus menjadi perhatian agar modul yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi guru dan peserta didik," katanya.

Ia berharap kegiatan bimtek tersebut dapat meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun modul ajar Fikih yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga kreatif, komunikatif, dan mampu meningkatkan minat belajar siswa.

Sementara itu, Ketua Panitia, Arham MPd dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek Penyusunan Modul Pembelajaran Fikih diikuti oleh 93 peserta yang berasal dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta unsur Forum Berlian. [ ]

FotograferFakhrurrazi
Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh