[Meulaboh | Jufrizal] Arisan perdana Dharma Wanita Persatuan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Kamis (13/11) yang sempat terhenti beberapa bulan karena kesibukan para peserta.
Aarisan kini diawali di kediaman ibu Nur Aprida Yudhistira, S.Sos.I salah seorang staf pada seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Aceh Barat.
Arisan perdana itu disuguhkan dengan hidangan mie bakso dan pisang goreng. Para peserta arisan terkesan hanyut dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang kental, apalagi cuaca saat itu hujan yang menambah selera para peserta arisan untuk menyantap hidangan yang disediakan tuan rumah.
Rahmawati, salah seorang staf pada bagian umum Kemenag Kabupaten Aceh Barat, menyampaikan beberapa hal teknis terkait pelaksanaan arisan, yang akan dilaksanakan sebulan sekali, dan memilih tempat di rumah masing-masing peserta arisan.
Peserta arisan juga mendengarkan tausiah agama yang disampaikan oleh bapak Tarmidhi, S.Ag, Kepala Seksi Bimas Islam Kabupaten Aceh Barat. Dalam tausiah beliau menyampaikan betapa pentingnya seorang manusia untuk menepati janji selain janji adalah hutang, menepati janji juga merupakan salah satu sifat terpuji yang menunjukkan keluhuran budi manusia dan sekaligus menjadi hiasan yang dapat mengantarkannya mencapai kesuksesan upaya yang dilakukan. "Menepati janji juga dapat menarik simpati dan penghormatan orang lain," katanya.
Tarmidhi mengatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengingkari janji dalam hidupnya, sebaliknya beliau selalu menepati janji-janji yang pernah dilontarkan. "Kita pun sebagai umat Nabi sudah selayaknya meneladani beliau dalam hal menepati janji ini sehingga kita selalu dipercaya oleh orang-orang yang berhubungan dengan kita," ungkapnya.
Arisan perdana DW Persatuan Kemenag Kabupaten Aceh Barat turut dihadiri oleh Kakankemenag Kabupaten Aceh Barat H. M. Arif Idrsi, MA dan seluruh pejabat eselon IV beserta istri. Acara tersebut berlangsung lancar dan diwarnai dengan suasana kekeluargaan dan persahabatan. [x]















