Kakankemenag Kota Langsa Hadiri Upacara Hari Guru Nasional ke-76

Inmas Aceh 25-11-2021 11:56

(aceh.kemenag.go.id/Inmas Aceh)

Kota Langsa (Hendra)---Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Langsa Drs. H. Hasanuddin. MH menghadiri Upacara Peringatan Hari Guru Nasional ke-76 di halaman Pendopo Walikota Langsa, Kamis, 24 November 2021.

Upacara ini dihadiri Walikota Langsa, seluruh OPD, Forkopimda, Ka. Kankemenag Langsa, Ka. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa, Ka. Cabdin pendidikan Aceh cabang Langsa, Kasi Pendis Kankemenag Kota Langsa, para Pengawas, seluruh Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah serta para Dewan Guru. Kegiatan berjalan lancar dan penuh khidmat serta menerapkan protokol Kesehatan.
Dalam Amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekhnologi RI Nadiem Karim yang dibacakan Oleh Walikota Langsa Usman Abdullah,SE menyampaikan bahwa guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa “makan”.
"Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang terdemotivasi. Tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira. Saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah, saat saya menginap di rumah Guru Penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama santri di pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata “putus asa”.
Saat sarapan dengan mereka, saya mendengarkan terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka.
Di situlah saya baru menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan. Guru-guru se-Indonesia menginginkan perubahan, dan kami mendengar," katanya.
Ia melanjutkan, guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi. Guru se-Indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis.
Guru se-Indonesia menginginkan kurikulum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid yang berbeda-beda. Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi. Guru se-Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.
Sejak pertama kali kami cetuskan, sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan. Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran.
Gerakan ini makin kuat karena ujian yang kita hadapi bersama. Gerakan ini tidak bisa dibendung atau diputarbalikkan, karena gerakan ini hidup dalam setiap insan guru yang punya keberanian untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Karena itulah, saya tidak akan menyerah untuk memperjuangkan Merdeka Belajar, demi kehidupan dan masa depan guru se-Indonesia yang lebih baik.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua guru se-Nusantara atas pengorbanan dan ketangguhannya. Merdeka Belajar ini sekarang milik Anda. 
Salam Merdeka Belajar," lanjutnya
Ka.Kankemenag Kota Langsa Drs.H.Hasanuddin.MH mengucapkan selamat Hari Guru Nasional ke-76.

"Semoga apa yang telah dilakukan oleh para guru dalam mencerdaskan anak bangsa, apa lagi dimasa-masa pandemi, sungguh perjuangan dan pengorbanan yang sangat mulia, semoga semua ini bernilai ibadah dan menjadi amalan jariah. Selamat Hari Guru Nasional," katanya.


Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota
CONNECT & FOLLOW