Pemerintah Kota Subulussalam mulai mendorong digitalisasi tata kelola dayah melalui soft launching aplikasi Sistem Akademik dan Administrasi Dayah (SADADA). Peluncuran tersebut menjadi bagian dari penutupan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dirangkai dengan zikir dan tabligh akbar di Masjid Agung Kota Subulussalam, Kamis malam, 22 Oktober 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam, Munawar, turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Wali Kota Subulussalam H M Rasyid Bancin, unsur Forkopimda, serta perwakilan santriwan dan santriwati dari berbagai dayah.
Kegiatan diawali dengan zikir dan doa yang dipimpin Pimpinan Dayah Hidayatullah, Abu Qaharuddin. Dalam tausiyahnya, Wali Kota mengingatkan para santri agar bersungguh-sungguh menuntut ilmu, menjaga adab, serta menghormati orang tua dan guru.
Ia juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk mengupayakan pembentukan Dinas Pendidikan Dayah di Kota Subulussalam. Menurutnya, keberadaan dinas khusus diharapkan dapat memperkuat perhatian dan pembinaan terhadap pendidikan dayah.
“Terlepas dari segala keterbatasan anggaran kota kita, saya merasa Kota Subulussalam ini sudah layak memiliki satu dinas baru yang berfokus mengurus dayah,” ungkapnya.
Peluncuran SADADA menjadi salah satu langkah pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendidikan dayah. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu penataan sistem akademik, data, dan administrasi dayah secara lebih terstruktur.
Pada kesempatan yang sama, Pengurus Forum Inong Provinsi Aceh, Ustadzah Masyithah Al Zaira, menyerahkan buku pedoman pengembangan Kurikulum Dayah Ekologi sebagai bagian dari upaya mendorong pendidikan dayah yang turut memperhatikan kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian HSN 2026 di Subulussalam juga diisi dengan perlombaan Fahmil Qur’an, Pildacil, menggambar, dan hadroh. Pemerintah kota menyerahkan hadiah dan piala kepada para pemenang pada malam penutupan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi para santri.[]












