Tiga madrasah di Kabupaten Bireuen, Aceh, menjadi sasaran pencurian dalam waktu berdekatan pada awal Agustus 2026. Aksi tersebut terjadi di MAN 2 Bireuen, MIN 50 Bireuen dan MIN 18 Bireuen. Jajaran Polres Bireuen bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkap kasus tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri SH SIK MIK beserta jajaran Satreskrim dan Satintelkam atas kerja keras dalam mengungkap kasus pencurian yang menimpa madrasah di wilayah Bireuen.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Kapolres Bireuen beserta seluruh jajaran yang telah bekerja cepat dan sungguh-sungguh mengungkap kasus pencurian yang menimpa madrasah-madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Bireuen,” ujar Zulkifli di Bireuen, Jumat, 14 Agustus 2026.
Kasus tersebut bermula dari aksi pencurian di MAN 2 Bireuen. Pelaku masuk ke salah satu ruang kelas dan membawa dua unit proyektor yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.
Beberapa hari kemudian, pada Selasa, 4 Agustus 2026, aksi serupa terjadi di MIN 50 Bireuen. Dalam kejadian tersebut, tiga unit laptop dan empat unit telepon seluler milik tenaga pengajar yang tersimpan di ruang kantor madrasah turut dibawa kabur.
Aksi pencurian kembali terjadi di MIN 18 Bireuen pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kali ini pelaku membawa tiga unit laptop, satu unit printer dan satu unit komputer sehingga sempat mengganggu kegiatan administrasi madrasah.
Rangkaian kejadian tersebut kemudian ditindaklanjuti Polres Bireuen dengan melakukan penyelidikan di sejumlah lokasi kejadian. Petugas mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi pelaku.
Menurut Zulkifli, pengungkapan kasus tersebut menunjukkan adanya sinergi yang baik antara Kemenag Bireuen dan Polres Bireuen dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan.
“Ini menunjukkan sinergi yang baik antara Kemenag dan Polres Bireuen dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan. Kami berharap kerja sama seperti ini terus terjaga, agar guru dan siswa dapat belajar dengan tenang tanpa rasa khawatir,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh madrasah di bawah Kemenag Bireuen untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan terhadap aset pendidikan. Menurutnya, fasilitas seperti laptop, proyektor, printer dan perangkat lainnya merupakan sarana penting dalam mendukung proses pembelajaran dan administrasi madrasah.
“Kami mengajak seluruh madrasah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan dan aset yang dimiliki. Keamanan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh warga madrasah dan dukungan masyarakat sekitar,” ujar Zulkifli. [ ]












