Testimoni untuk USAID (Bahagian 1)

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author13 Maret 2015
Testimoni untuk USAID (Bahagian 1)

[Karang Baru | Muhammad Sofyan]  Dalam Pameran Unjuk Karya Praktik yang Baik dalam Bidang Pendidikan yang diadakan oleh USAIDPRIORITAS pada Kamis (12/3) yang lalu, Panitia Pelaksana meminta beberapa tokoh yang berkecimpung dalam dunia Pendidikan baik langsung maupun tidak langsung untuk menyampaikan Testimoni terhadap Program USAIDPRIORITAS.

Ada delapan tokoh yang ditampilkan di hadapan hadirin, namun karena Testimoni msing-masing tokoh tersebut panjang-panjang maka tidak dapat kami tampilkan seluruhnya sekaligus, oleh karena itu kami melaporkannya dalam dua sesi.

Untuk sesi pertama kami hanya menyampaikan 4 di antaranya saja sebagai berikut:

1. Aristono (Kementerian Pendidikan & Kebudayaan); Kami dari pusat penjaminan mutu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merasa bangga dengan adanya program Unjuk Karya Praktik yang Baik dan program USAID karena program ini benar-benar menginplementasikan kegiatan Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan. Hal ini memberikan dasar kepada anak didik kita untuk mempunyai Kompetensi. Sebagaimana kita ketahui bahwa Kompetensi merupakan hal yang perlu kita miliki.

Hidup dalam persaingan jika kita tak mempunyai kompetensi maka kita akan tersingkir, maka dari itu perlu kita bekali putra-putri kita dengan kopetensi.

Program USAID Prioritas ini juga memberikan suatu penekanan pada Inovasi kesepakatan baik guru maupun yang lain-lain, jadi program ini perlu diimbaskan pada sokolah-sekolah lain yang bukan Mitranya.

2. Jufri Siregar (Direktorat Pembinaan Sekolah Dasa Kemendikbud); USAID Prioritas ini sudah dikenal oleh kami di Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar. Kami tahu bahwa Usaid Prioritas mengubah pembelajaran itu dari sitem Konpensional menjadi proses pembelajaran yang berpusat pada anak.

Kesepakatan-kesepakatan telah kita lakukan dan Direktorat Pembinaan Sekolah Dawar sangat mendukung ini dan menjadi pemikiran kami nanti direktorat itu bagaimana ini kalau seandainya ada ekpo tingkat Nasional yang seperti ini, mungkin nanti dengan Bu Wiwid kami diskusikan di Kantor apakah tahun ini kita buat, dari sekian ini kita pilih dan kita buat ekponya di Jakarta yang khusus sekolah/madrasah binaan USAID Prioritas.

Terimakasih sekali kami ucapkan kepada USAID Prioritas yang telah bekerja keras. Di Tamiang kami sudah empat kali berkunjung ke sekolah-sekolah dan saya lihat sudah bagus manajemennya ketika kami tanyakan kepada kepala sekolah mereka menjawab bahwa disamping pembinaan MBS mereka juga mendapat pembinaan dari USAIDPRIORITAS.

Ada kesamaan antara Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar dengan USAIDPRIORITAS yaitu sama-sama mengembangkan model pembelajaran dari Konpensional menjadi model pembelajaran Aktif Learning dan pembelajaran Scientific (bertanya, berdiskusi dan menyimpulkan).

3. Yusuf Ghazali (Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama); Kami tadi telah menyaksikan baik anak-anak yang tampil di panggung maupun pameran-pameran, kami sungguh terharu. Syukur Alhamdulillah semua ini karena adanya kehadiran USAIDPRIORITAS.

Anak-anak sudah berani tampil, bisa menyajikan materi di depan kelas. Kalau kita lihat tadi anaka-anak kita menyampaikan materi menunjukkan bukan hanya penguasaan materinya yang baik tapi juga pembinaan mentalnya sudah bagus. Bagi sekolah/madrasah yang belum tersentuk USAIDPRIORITAS supaya bisa melakukan semacam study banding.

Mudah mudahan program ini nantinya setelah masa kesepakatan berakhir di tahun 2017 nantinya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bisa mengembangkan dan meneruskan program yang sudah bagus ini. Sayang sekali jika program yang seperti ini tidak ditindaklanjuti dan semoga pendanaannya bisa dimasukkan dalam DIPA.

4. Salamina, MA (Kakankemenag Aceh Tamiang); Sejak tadi malam saya sudah mondar-mandir melihat pameran anak-anak dan saya melihat materi yang dipamerkan itu sangat sederhana dan nada yang dari barang bekas namun bisa memperlihatkan sesuatu dengan jelas.

Setiap guntingan dari anak kita, setiap lipatan kertas anak kita jangan dianggap remeh, kalau kita baca sejarah RightBersaudara menemukan pesawat dari lipatan kertas, dari permainan, kreativitas anak-anak hari ini perlu kita pupuk dan kita bina secara kontinyu.

Saya coba menghitung alat peraga yang dibuat anak-anak dari bahan bekas seandainya harus dibeli dengan APBD itu akan menelan biaya miliyar rupiah jika dibagikan ke seluruh sekolah dan madrasah, artinya kreatifitas anak-anak hari ini bisa menghematkan dana APBD tidak perlu beban Daerah.

Mereka berkreatifitas dengan kertas dan barang bekas bisa melahirkan ilmu pengetahuan. Membangun pendidikan bukan seperti membangun jalan, hari ini kita membangun jalan, membangun jembatan, membangun rumah langsung dapat dilihat hasilnya, anak yang kita didik hari ini baru bisa kita lihat hasilnya 15 tahun yang akan datan, generasi hari ini merupakan produk masa lalu.

Sistem pendidikan hari ini akan melahirkan generasi yang akan dating sifat dan karakter mereka, makanya apresiasi yang sebesar-besarnya kita ucapkan kepada USAIDPRIORITAS, semoga kegiatan ini, program ini tidak terputus dan dapat berlanjut dan terus ditingkatkan tidak hanya pada beberapa madrasah dan sekolah tetapi dapat menyentuh seluruh madasah dan sekolah di masa depan menjadi lebih baik.

Selanjutnya Salamina membacakan sebuah hadits Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi dan beliau menjelaskan bahwa kata “Abawahi” dalam hadits tersebut tidak hanya tertuju kepada kedua orang tuanya saja tetapi juga kepada seluruh pemangku jabatan, seluruh guru, seluruh masyarakat seluruh kita semualah yang akan menyebabkan anak itu nantinya seperti apa jadinya apakah akan seperti Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Artinya pendidikan itu tidak bisa dipikul sendiri, tidak bisa dipikul hanya oleh Kementerian Agama atau Dinas Pendidikan saja tetapi seluruh masyarakat harus memiliki kepedulian social, maka ini diberikan oleh USAIDPRIORITAS untuk kita semua mari kita dukung…. (bersambung ke Sesi 2). [y]

Layanan
harkitnas26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh