Tamiang (Inmas)---Dalam sosialisasi pencegahan kawin anak dan penguatan keluarga muda yang diselenggarakan Kemenag Aceh, salah satu narasumber membahas dengan apik tentang psykologi rumah tangga.
Alfirdaus Putra, SHI MH menjelaskan tujuan menikah atau berkeluarga adalah mencapai bahagia.
"Mustahil orang nikah bukan untuk bahagia, atau malah menjadi menderita, ini penting diingat sebagai maksud dan niat awal ketika mau menikah," ucap Alfirdaus di Aula Hotel Grand Arya, Aceh Tamiang, Kamis (22/11).
Ia juga menjelaskan kebahagiaan juga dapat diperoleh dengan membekali diri dengan ilmu. "Ilmu perlu dipersiapkan baik itu ilmu umum dan agama, seperti tema acara kita pada hari ini, jadi bisa diterapkan nantinya ketika jadi suami istri," terangnya.
Maka keluarga harmonis adalah memperoleh keluarga yang Samara, bahagia dunia akhirat, untuk itu physikologi pasangan perlu dipahami dengan baik sejak dini.
"Semua kebutuhan fisik dan materi terpenuhi belum tentu bahagia, tetapi semua harus melengkapi, harus saling memahami dan berkomunikasi, paham hak dan kewajibannya," sebut Alfirdaus.
Sesi tersebut juga dilanjutkan dengan simulasi, dimana peserta menuliskan masing-masing tujuan menikah dan definisi keluarga harmonis.
Kegiatan tersebut diikuti 60 orang peserta terdiri atas keluarga usia pernikahan di bawah lima tahun dan pasangan siap nikah dengan tema 'Siapkan iman dan ilmu menuju keluarga Samara'.[]













