Sebanyak 244 santri baru Dayah Insan Qurani (IQ) Aceh Besar jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mulai memasuki asrama pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Dari jumlah tersebut terdapat 104 santriwan dan 140 santriwati dengan rincian MA Pa Lanjutan MTs IQ 34, MA Pi Lanjutan MTs IQ 54, MA Pa Baru 23, MA Pi Baru 18, MTs Pa Baru 47 dan MTs Pi Baru 68.
Kedatangan para santri yang didampingi orang tua/wali berlangsung tertib serta penuh kehangatan. Momentum ini menjadi langkah awal bagi para santri untuk memulai proses pendidikan dan pembinaan di lingkungan pesantren.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi ulang dan penempatan kamar asrama yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB.
Selanjutnya, pukul 10.00 WIB, digelar silaturahmi antara pimpinan dayah dengan orang tua dan wali santri sebagai upaya menyamakan persepsi mengenai pola pendidikan, pembinaan, serta pengasuhan selama para santri menempuh pendidikan di Dayah Insan Qurani.
Dalam arahannya, Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ustaz H Muzakkir Zulkifli, SAg mengajak seluruh orang tua untuk mengikhlaskan hati saat menitipkan putra-putrinya di pesantren.
Menurutnya, keikhlasan orang tua merupakan fondasi penting yang akan mendukung keberhasilan pendidikan sekaligus pembentukan karakter santri. Ia menegaskan bahwa Dayah Insan Qurani tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk generasi yang berakhlak mulia, mandiri, disiplin, dan mampu menjalani kehidupan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an dan sunnah.
"Di Dayah Insan Qurani, kami tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mengajarkan cara hidup. Prestasi akademik memang penting, namun pembentukan akhlak dan karakter merupakan fondasi utama pendidikan," ujarnya.
Ustaz Muzakkir (yang juga Katim Lembaga Pendidikan Al-Qur'an/LPQ pada Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh), juga menekankan pentingnya sinergi antara orang tua dan para pengasuh.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan santri tidak hanya menjadi tanggung jawab pesantren, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga. Karena itu, para wali diminta terus memberikan semangat kepada anak-anak mereka sekaligus mempercayakan proses pembinaan kepada para pengasuh selama berada di lingkungan dayah.
"Kami dan kita semua berharap seluruh anak anak kita santri baru dapat beradaptasi dengan baik sejak hari pertama, sehingga tumbuh menjadi generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat," ujar Ustad Muzakkir.
Pada kesempatan tersebut, Pengurus Dayah IQ juga memaparkan program-program unggulan Dayah Insan Qurani yang meliputi Madrasah, Lembaga Pengembangan Prestasi (LPP), Tahfiz Al-Qur'an, dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF).
Suasana silaturahmi berlangsung hangat dan interaktif melalui sesi tanya jawab. Para wali santri mengajukan sejumlah pertanyaan, mulai dari penanganan santri yang memiliki riwayat penyakit alergi, langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit kulit seperti skabies di lingkungan asrama, hingga mekanisme pembayaran SPP.
Selain itu, beberapa wali santri juga mengusulkan agar tersedia fasilitas ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) atau layanan transaksi non-tunai yang lebih mudah guna mendukung kebutuhan pembayaran selama anak-anak mereka menempuh pendidikan di dayah.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, pihak dayah menjelaskan bahwa setiap santri yang memiliki riwayat penyakit akan didata sejak awal masuk agar dapat memperoleh perhatian dan penanganan yang tepat.
Adapun pencegahan skabies dilakukan melalui penerapan pola hidup bersih, edukasi kebersihan diri, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta pengawasan kebersihan lingkungan asrama.
Sebagai lanjutan dari rangkaian penerimaan santri baru, Orientasi dan Matrikulasi Santri dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan lingkungan belajar, tata tertib, budaya pesantren, serta sistem pendidikan yang diterapkan di Dayah Insan Qurani. []













