[Ar-Raniry | Nat/Yakub] Ustadz Umar Ismail SAg sampaikan makna puasa, dikaitkan dengan kesehatan. "Ibu ibunya kita dulu, umur 70 tahun masih bisa ke sawah, sehat dan jarang sakit. Sedangkan istri kita, masih muda sudah sakit-sakitan. Semua bersumber pada perut, makanan," jelas Tgk Umar, Penyuluh Agama Islam Kemenag Aceh, di Masjid Raya Baiturrahman, Rabu malam (24/6 atau 8 Ramadhan).
Sebelumnya, Selasa malam (23/6 atau 7 Ramadhan), Dr. H. Muhibbuthabry, M.Ag isi ceramah ba'da isya, jelang tarawih, seputar pendidikan dan tanggung jawab soial selama Ramadhan, selain sujud dan ruku'.
Namun sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh itu, mengajak seluruh pegawai baik karyawan maupun dosen di Lingkungan kampus tersebut untuk lebih bertanggung jawab dengan bekerja keras dan kerja cerdas.
Hal itu disampaikan Warek I Dr. H. Muhibbuthabry, M.Ag dalam amanatnya pada Apel Rutin Kementerian Agama RI, di halaman Biro Rektor UIN Ar-Raniry Darussalam.
Apel tersebut diikuti oleh seluruh pimpinan dan karyawan di Lingkungan UIN Ar-Raniry.
“Kita mulai berpuasa, namum demikian etos kerja kita di UIN tidak boleh menurun, tak kendur etos kerja kita harus meningkat kendatipun kita mengikuti tradisi seperti megang seperti hari ini, karena kerja kita adalah harus kerja keras dan kerja cerdas,” ujarnya.
Menurutnya, dalam perspektif administrasi di UIN Ar-Raniry masih banyak sekali kelemahan dan kekukarangan dalam menjalankan tugas, yang diakibatkan mungkin karena kerja kita tidak bekerja keras dan cerdas, banyak kita selama ini telah bekerja keras, tapi belum bekerja cerdas, “Ini kelemahan-kelemahan kita, ini merupakan tanggung jawab kita semua yaitu dengan cara kerja keras dan kerja cerdas.”
Muhibbuthabry menegaskan, setiap perkataan harus sesuai dengan pekerjaan, sekarang sudah menjadi UIN maka yang dikembangkan adalah karir dan juga dijiwai dengan ruh keagamaan, itu namanya UIN Ar-Raniry, mari kita bekerja keras dan bekerja cerdas terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini.
Selanjutnya, dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan, pimpinan UIN Ar-Raniry, dalam acara Rabu (17/6) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika UIN Ar-Raniry, semoga amal ibadah puasa diterima disisi Allah Swt. [yyy]














