[Sinabang | Darwin] Mengisi jadwal Tausiah Tarawih perdana di Kab. Simeulue, Selasa (30/6) Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh memilih Masjid At-Takrim Amaiteng Mulia, Kec. Simeulue Timur sebagai tempat berbagi informasi penting dengan jamaah.
Membuka tausiahnya, Kakanwil menjelaskan, pilihan Kakanwil dalam memilih masjid tempat tausiah bukan melihat pada banyaknya jamaah maupun besarnya masjid, tapi lebih kepada kualitas program keagamaan yang dijalankan pada suatu masjid.
“Masjid yang baik bukan dilihat dari besar kecilnya jamaah maupun bangunan mesjid, tapi apa yang dihasilkan untuk pembangunan umat oleh masjid tersebut,” ungkap Kakanwil.
Kakanwil juga menambahkan bahwa Tim Safari Ramadhan dari Provinsi Aceh sedang dalam perjalanan menuju ke Simeulue yang besok, Rabu (1/7) akan menyebar ke desa-desa simeulue guna melakukan berbagai kegiatan dimesjid pada bulan Ramadhan tahun ini.
Beberapa informasi penting yang disampaikan Kakanwil di hadapan jamaah tarawih diantaranya kisah perjalanan Kakanwil pada suatu daerah, yang terdapat suatu keluarga dengan sembilan anak, yang kesemuanya merupakan hafizd-ah. Sang suami yang memiliki kebiasaan mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 30 kali di samping isterinya yang sedang hamil merupakan penyebab utama anaknya dapat dibentuk untuk mencintai Al-Qur’an.
“Hal ini patut menjadi teladan buat kita semua dan ini sesuai dengan penelitian bahwasannya seorang ibu dengan usia kehamilan 32 minggu, bayi tersebut sudah dapat membedakan suara ibu dan ayahnya,” jelas Kakanwil.
Selain itu, Kakanwil juga megisahkan perjalanannya saat menjabat sebagai Kakankemenag Aceh Jaya, yang menyarankan Bupati Aceh Jaya saat itu dengan berbagai program.
Di antara program tersebut, Pengajian bagi ibu-ibu hamil pada saat di Posyandu dengan harapan bayi tersebut sering mendengar Al-Qur’an dan kelak menjadi Anak Qur’ani dan sampai saat ini program tersebut masih dilakukan.
Pemberdayaan para juara MTQ pada even pembukaan suatu kegiatan juga turut disarankan Kakanwil pada saat itu.
Kakanwil juga menambahkan, segala bantuan dari Kemenag Aceh seperti Pemberian teropong beberapa waktu yang lalu diharapkan dapat bernilai guna tinggi, bukan hanya untuk melihat bulan pada 1 Ramadhan maupun 1 Syawal, namun lebih dari itu, menjadi media pembelajaran bagi masyarakat dan para putra/i Simeulue. Sehingga Putra-Putri Simeulue menjadi generasi yang memiliki Imtaq dan Imtek yang tinggi.
“Pengalaman saya sampai saat ini, saya melihat, putra-putra Simeulue menjadi penghidup masjid di Kota Banda Aceh, termasuk ‘di kampung’ saya tinggal saat ini,” tutup Kakanwil, seraya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat Masyarakat Desa Amaiteng atas kehadirannya beserta rombongan. [y]













