Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi sampaikan sejumlah poin dalam hubungannya dunia olah raga dan kematian, dengan keseharian kita.
Pesan ini disampaikannya melalui ananat apel pagi di halaman kanwil, serta tahlil dan doa bersama di Mushalla Al-Ikhlash, Senin, 20 Juli 2026.
Pertama Kakanwil mengajak jajaran patuhi Kode Etik dan Kode Prilaku selaku ASN Kemenag.
Lanjut, Kakanwil kaitkan sepak bola dengan prilaku jajaran ASN dalam menyajikan layanan bagi masyarakat.
Sehubungan dengan berakhirnya Piala Dunia 2026, dan Spanyol telah raih juarai ajang di AS ini, Kakanwil sampaikan, bahwa banyak nilai positif dari dunia sepak bola yang bisa kita petik, misalnya perlunya kebersamaan, pentingnya mematuhi pimpinan, dan profesionalitas.
"Untuk raih kemenangan, masing-masing mesti jaga posisi diri. Misalnya kiper menjaga gawang, karena jika kiper coba-coba naik ke atas, maka akibatnya bisa fatal. Sebab jika ada serangan balik, bola akan mudah masuk ke gawangnya," tamsilnya.
Juga dengan posisi lain, misalnya penjaga pertahanan (bek), gelandang, atau penyerang (striker), harus patuhi pimpinan/pelatih.
"Jika semua naik, kata pelatih, mungkin karena ingin membalas gol, maka harus naik," imbuhnya.
"Jika tim nanti menang, seperti final Spanyol vs Argentina 1-0, maka itu adalah kemenangan secara tim, itu hasil kerja sama, sebelum bola masuk ke gawang lawan, bukan hanya kemenangan seorang striker atau satu pemain," ingatnya.
Di kantor, ajak Kakanwil, juga berlaku tamsilan demikian. Perlu kerja sama antara kabid dan katim serta jajarannya. Juga kerja sama dengan para operator.
Hal yang sama, filosofi sepak bola, juga diulangi Kakanwil, dalam rangkaian takziah, shamadiah, dan doa dalam mushalla, usai apel.
Kembali Kakanwil mengajak, bahwa kita ambil bagian ibadah dalam situasi apa pun.
"Di sela nonton bola, juga ada peluang ibadah. Penonton bisa shalat malam sebelum bola berakhir. Apalagi di tengah-tengah kita bekerja, yang bekerja ini sendiri adalah ibadah. Jika kita bekerja memasang niat, mencari rezeki sekaligus ibadah," katanya.
"Jika kita bekerja dengan niat mencari nafkah, dan berniat ibadah, maka rezeki dapat, gaji ada, pangkat bisa naik, berkah tentu ada, dan pahala juga ada," ujar Azhari.
Sama halnya dengan kita ikuti takziah dan doa bersama. Setiap kita menghadiri takziah, ajak Kakanwil, mari kita ambil iktibar darinya, bahwa kita juga akan menyusul almarhum dan almarhumah.
Harap Kakanwil, kita dituntut terus berbuat baik. Kita terus membina lembaga, mengambil solusi atas tiap masalah, dan menjaga ketahanan keluarga, jaga keluarga agar tetap dalam tujuan sakinah mawaddah warahmah.
"Selesaikan masalah kantor, di kantor. Jalin komunikasi di kantor dengan atasan dan bawahan. Jalin komunkasi dengan pasangan dalam keluarga, juga antar anggota keluarga. Jaga rahasia bersama. Namun adakala dalam lembaga atau keluarga ada komunikasi yang sifatnya tertutup," katanya.
Akhirnya, ajak Kakanwil lagi, kita dituntut saling mengingatkan akan hak dan kewajiban. Juga kewajiban suami dan istri. Seiring itu juga, kita wajib saling memberi pemahaman, dengan terus belajar.[]













