Bogor (Inmas)---Kasubdit Hisab Rukyat Ditjen Bimas IslamKementerian Agama Republik Indonesia, Nur Khazin mengapresiasi KanwilKementerian Agama Provinsi Aceh dalam upaya pengembangan fungsi BalaiPengamatan Bulan/Observatorium Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga.
Hal tersebut diungkapkan Nur Khazin dalam kegiatan Pertemuan Kader Hisab Rukyat Tingkat Nasionaldi Hotel Horison Ultima Bhuvana, Bogor, Jakarta Barat, Kamis (12/12).
Di hadapan seluruh peserta perwakilan provinsi se-IndonesiaNur Khazin menjelaskan, Observatorium Tgk Chik Kuta Karang selama ini tidakhanya difungsikan untuk mengamati hilal saja, tetapi juga sering dimanfaatkanuntuk pelatihan ilmu falak bagi siswa madrasah, santri, guru dayah, mahasiswa,juga majelis taklim yang berkunjung ke tempat tersebut.
“Kita mengapresiasi apa yang telah dilakukan KanwilKementerian Agama Aceh dalam kegiatan hisab rukyat. Kita berharap ke depan, timdi Aceh bisa lebih maju lagi," ujarnya.
Ia menyarankan provinsi lain supaya dapat meniru terobosanyang sudah dilakukan oleh Aceh, sebagai upaya untuk pengembangan hisab rukyat,sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Selain itu, Nur Khazin juga mengapresiasi keaktifan danketerlibatan Tim Kementerian Agama Provinsi Aceh dalam kegiatan hisab rukyat diluar POB, seperti kegiatan sosialisasihisab rukyat di sekolah, pondok pesantren, kampus dan juga dalam kegiatan expoyang diselenggarakan pemerintah maupun madrasah.
"Keaktifantersebut tidak terlepas dari peranBidang Urais dan Binsyar dalam menyisir anggaran dan menggunakannya dengan baikuntuk terus melengkapi perlengkapan pengamatan di gedung observasi bulan KanwilKementerian Agama Provinsi Aceh," lanjutnya.
Sementara itu Kasi Urais Kemenag Aceh, Drs. MuzakkirZulkifli mengatakan, Kanwil Kemenag Aceh terbuka dengan permintaan kunjunganbelajar dari masyarakat di lokasi observatorium. Muzakkir mengatakan, wargayang ingin belajar cukup mengirim surat untuk ke Kanwil untuk diagendakan.
“Tidak ada biaya apapun. Kita hanya perlu menyesuaikan dengankegiatan lapangan anggota kita dan agenda lainnya agar jadwalnya tidakbertabrakan," ucapnya.
Ia juga menyebutkan selain observasi hilal, Kemenag Acehjuga melaksanakan Program Astronomi Road to School ke madrasah/sekolah,pengukuran arah kiblat, layanan konsultasi dan mengikuti berbagai Pameran.
Dalam rangkaian kegiatan selama 3 hari tersebut, pelatihdari Observatorium Bosscha mengajari peserta cara mengolah citra hilal agarkualitas dokumentasi citra yang direkam tim Kementerian Agama menjadi lebihbaik.
Peserta juga dibekali pengetahuan tentang fenomena falakiyahyang akan terjadi setahun ke depan, termasuk data-data hisab dan rukyat sebagaiacuan awal kegiatan hisab rukyat selama tahun 2020 nanti.
Sebagaimana disampaikan Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh mengatakan, selama ini pusat Observatorium Hilal Lhoknga sangat terbuka untuk masyarakat umum.
Bahkan, sebelum pengamatan Hilal awal Ramadhan dan Syawal, Kemenag Aceh selalu menggelar kegiatan pembelajaran yang diisi oleh Pakar Falakiyah Aceh.[]













