Pengkaderan Muballigh Ditutup, Diharapkan Sampaikan Pesan Sesuai Bahasa Masyarakat

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author11 Oktober 2019
Pengkaderan Muballigh Ditutup, Diharapkan Sampaikan Pesan Sesuai Bahasa Masyarakat

Banda Aceh (Inmas)---Para Muballigh diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat dengan bahasa yang dimengerti oleh masyarakat. Karena dai bertugas menyampaikan pesan yang ada dalam Alqur'an dan Hadis untuk umat.

Hal tersebut disampaikan Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari dalam penutupan kegiatan pengkaderan calon muballigh se Aceh di Grand Aceh Hotel, Banda Aceh, Kamis (10/10).

"Keberadaan pendakwah adalah kebutuhan bagi umat Islam. Karena kader dakwah tidak hanya berdakwah secara lisan, tetapi juga perbuatan. Dan pada saat seperti ini justru berperan penting sebagai perekat kesatuan bangsa," ujar Azhari.

Karenanya, harap Azhari, para Muballigh yang telah dilatih untuk memahami dan menyampaikan pesan dakwahnya sesuai dengan kebutuhan dan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat.

Azhari menjelaskan manusia saat ini lebih bersifat dinamis terhadap perubahan-perubahan baru dalam kehidupan mereka. Pola interaksi dan komunikasi dunia yang semakin terbuka, ditambah pudarnya sekat-sekat antar negara sebagai ciri utama dari fenomena globalisasi juga turut memuluskan pergeseran tata nilai lama menuju tata nilai baru yang lebih canggih dan modern.

"Semua perubahan itu tentu tidak lepas dari peran ilmu pengetahuan dan teknologi. Kecanggihan kini menjadi nilai yang senantiasa dipromosikan guna menyelesaikan setiap masalah hidup umat manusia sepanjang zaman," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan beragam bentuk media komunikasi dan informasi kreatif mulai secara aktif dimanfaatkan untuk menunjang kepentingan dakwah.

Pada pengkaderan tersebut, Muballigh yang dilatih juga melakukan praktek lapangan dalam bentuk "Kultum" di beberapa masjid di kawasan Kota Banda Aceh, yaitu di Mesjid Keuchik Leumik, Mesjid At Taqwa Seutui, Mesjid Jamik Gampong Keudah dan Mesjid Babul Jannah Gampong Garot.

Sebelumnya, Pengkaderan Muballigh dibuka Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh, Senin (7/10). Kakanwil mengajak para calon muballigh untuk memahami moderasi beragama yang merupakan pemahaman Islam moderat, dengan gagasan menentang segala bentuk kekerasan, melawan fanatisme, ekstrimisme dan menolak intimidasi.

"Dengan moderasi beragama maka dakwah islam pun dilakukan dengan toleran, damai, dan santun, tidak menghendaki terjadinya konflik serta tidak memaksakan kehendak," ucap Kakanwil.

Daud Pakeh juga mengajak para calon muballigh melakukan yang terbaik dan berbuat sesuatu untuk Aceh dan masyarakat Islam.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 7 s.d 10 Oktober tersebut diselenggarakan Kanwil Kemenag Aceh melalui Bidang Penaiszawa dengan harapan lahirnya mubaligh yang handal dan profesional dalam menghadapi problema zaman, diikuti 24 peserta mewakili lembaga dan ormas se Aceh.[]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh