Lhoksukon (Masnoer)---Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Utara H. Salamina, MA melalui plt Kasi Bimas Islam Kankemenag Aceh Utara H. Yusri, S.Ag, MAP mengadakan Pemilihan Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS Teladan Tahun 2019, Kamis, (16/5)
Acara tersebut dilaksanakan di Balai Keikhlasan Kankemenag Aceh Utara.
Dengan tema “Memperkuat Peran Penyuluh Agama Sebagai Agen Moderasi Beragama Dalam Mempersatukan Bangsa"
H. Salamina saat membuka kegiatan seleksi tersebut mengucapkan selamat kepada Penyuluh Agama Non PNS yang terpilih mewakili Kecamatan, semua yang hadir disini merupakan teladan, saya bisa lihat dari raup wajah teungku - teungku semua, saya berharap nanti siapa yang terpilih bisa tembus tingkat Nasional.
Dirinya yakin penyuluh yang hadir disini merupakan penyuluh agama yang mampu dan memiliki integritas tinggi dalam memberikan pembinaan secara langsung kepada masyarakat.
Ia melanjutkan dijaman sekarang semuanya memakai Tehnologi begitu juga dengan Penyuluh Non PNS, hampir semua orang memegang gadget (Ponsel, tablet, laptop) dengan fasilitas yang canggih, fitur menawan, 'mengoda' dengan kecepatan internet yang mengagumkan.
Sekarang kita jarang melihat saat orang-orang berkumpul masih pada "khusuk' dengan obrolan dan akrab dengan teman ngobrol. yang ada hanya sesekali ngobrol tetapi lebih banyak 'sibuk' dengan jari-jari yang menari di layar android. handphone memberi solusi ketimbang teman yang ada disamping, teman belum tentu bisa menjawab pertanyaan kita, tapi handphone bisa tinggal kita ketik apa saja yang mau kita tanyakan di Google.
"Dengan memakai internet dunia seakan ada di genggaman tangan. Mau urusan bisnis cukup megang ponsel, transfer uang tidak perlu lagi ke ATM, cukup mengandalkan internet banking, urusan kerja juga mudah tak perlu ketemu langsung di kantor bisa terus jalan. Pokoknya semua urusan gampang dilakukan dirumah saja." pesan H. Salamina kepada peserta.
Sementara itu, plt Kasi Bimas Islam H. Yusriz S.Ag, MAP menyatakan kriteria dalam penilaian terkait aspek pemahaman dan penguasaan kegiatan bimbingan dan penyuluhan.
“Penyuluh harus punya program kerja, serta penyuluh harus punya kelompok binaan dan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.