Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam melaksanakan sosialisasi metode membaca Al-Qur’an Asy-Syafi’i bagi Penyuluh Agama Islam Kota Subulussalam. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Penyuluh Agama Islam se-Kota Subulussalam dan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam pada Selasa, 10 Maret 2026.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam, H. Munawar SE MSi, didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Husaini, SAg. MM. Adapun yang bertindak sebagai pemateri adalah Da’i 3T utusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Ustaz Abdul Latif.
Dalam sambutannya, Munawar menyampaikan kepada para Penyuluh Agama Islam agar bersungguh-sungguh mempelajari metode membaca Al-Qur’an Asy-Syafi’i tersebut serta memilah metode yang lebih efektif untuk dipahami dan diajarkan kepada masyarakat maupun di TPA-TPA.
Munawar juga mengimbau para penyuluh agar memanfaatkan kesempatan untuk menimba ilmu serta berkonsultasi mengenai kepenyuluhan dan keilmuan lainnya kepada Da’i 3T, Ustaz Abdul Latif.
“Manfaatkan momentum kunjungan Da’i 3T di Kota Subulussalam ini untuk mempelajari dan mentransfer ilmu pengetahuan terkait kepenyuluhan serta pengetahuan agama Islam lainnya. Dengan demikian, kita dapat menerapkannya kepada masyarakat guna memudahkan proses pembelajaran, salah satunya melalui metode membaca Al-Qur’an Asy-Syafi’i ini,” ujar Munawar.
Dalam pemaparannya, Ustaz Abdul Latif menjelaskan secara detail metode membaca Al-Qur’an Asy-Syafi’i di hadapan para penyuluh secara interaktif.
Ustaz Abdul Latif juga melatih pelafalan huruf-huruf Al-Qur’an kepada para penyuluh dengan sistem makhraji, yaitu mengelompokkan huruf hijaiyah berdasarkan titik koordinat makhrajnya. Para penyuluh terlihat sangat antusias mengikuti penjelasan metode Asy-Syafi’i yang disampaikan secara jelas oleh Da’i asal Provinsi Banten tersebut.
Metode membaca Al-Qur’an Asy-Syafi’i menawarkan langkah-langkah terstruktur, seperti dalam edisi 16 langkah, yang berfokus pada kecepatan pemahaman dengan menggunakan pendekatan makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) secara jelas. Metode ini juga menekankan praktik langsung dan efektivitas waktu pembelajaran sehingga sering disebut sebagai cara praktis dalam membaca Al-Qur’an.













