[Banda Aceh | Muhammad Yakub Yahya] Gebyar ditutup malam Senin (Ahad malam, 29/11) oleh Kadisdik Aceh Drs H Anas M Adam. Piala diagi bagi semua peserta.
Saat membuka Gebyar PAI PAUD/TK dan Kreatifitas Anak PAUD/KB se Aceh, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Ibnu Sa’dan MPd sempat menyinggung peran guru dan walimurid, lewat acara tahunan bersama anak yang lagi gemes-gemes itu, yang kebetulan ini baru yang perdana.
Kakanwil juga ceritakan, di hadapan para Kakankemenag dan para Kabid Kanwil, dan unsur Disdik se Aceh, bahwa inilah potret Indonesia, gonta ganti kebijakan, termasuk ujian dan bahan ajar.
“Ganti kabinet ganti kebijakan. Kurikulum 2013 saja belum semua guru dibekali Bimtek, sudah mau dievaluasi oleh Mendikbud baru. Kabarnya tahun lalu ada pemaksaan pelaksaan Kurikulum 2013, dan ternyata banyak yang belum siap. Juga dengan UN, kemungkinan teknik dan standar kelulusan akan dikembalikan ke Ebtanas. Penilaian anak didik, lulus atau belum, bukan hanya di akhir jenjang,” jelas Kakanwil di depan Kakankemenag Aceh Besar (Drs H Salahuddin MPd) dan jajarannya, Kakankemenag Pidie (Drs H Jakfar M Nur), Kakankemenag Pidie Jaya (Drs H Iqbal Muhammad MAg), Kakankemenag Kota Subulussalam (Risrizal Nas SAg), Kakankemnag Banda Aceh (atau yang mewakili), mewakili Kakankemenag Aceh Tengah (Kasi PAIS Drs H Usman), para Kabid (yang mewakili) Kanwil Kemenag Aceh, para Kasi PAIS, para Kasi yang sinergis dari Disdik Kabupaten/Kota, dan undangan.
Gebyar (pentas) yang digelar kerjasama Kemenag (Kementerian Agama) Aceh dan Disdik (Dinas Pendidikan) Aceh itu berlangsung di Hotel Grand Aceh, Jalan Muhammad Thaher, Gampong Lamdom, Lueng Bata, Banda Aceh, hingga siang Ahad (30/11), sebagai sesi pengumuman.
Tujuan acara semacam ini, menurut Kakanwil di hadapan guru PAUD/TK dan KB (Kelompok Bermain), antara lain mengembangkan ketrampilan anak didik. Di samping akan membuat ceria para anak didik, juga gurunya ceria. Maka yang paling ceria adalah para ibu guru PAUD/TK.
“Semua anak dapat hadiah, dan ada piala bergilir,” janji Kakanwil ambil melirik ke arah deretan hadiah. Hadiah bergilir memang saat pembukaan belum dipajang, danSabtu (29/11) baru bisa disaksikan di arena.
Soal muatan permainan di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kakanwil juga menyinggung khusus, dan sampaikan apresiasi. “Jika anak bisa membaca, bukan karena diajarkan membaca di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Anak diajarkan bermain, dan bisa membaca dari sana rupanya. Anak dididik dengan ceria, dan, guru yang paling ceria ialah Guru PAUD/TK,” ucapnya.
Cabang yang diperlombakan untuk 23 utusan Kab/Kota, antara lain Membaca Surat Pendek, Azan, Menggambar Masjid, Menyusun Balok (PAUD/TK). Untuk KB (Kelompok Bermain) meliputi, menggambar guruku, menyusun logo, mengklasifikasi warna, mengisi air dalam botol, puzzle dan lainnya.
[muhammad yakub yahya, wali harun ar-rasyid syariati (peserta asal banda aceh)/inmas]














