[Meureudu | Yasir] Guna mengeratkan hubungan siswa, guru, dan warga, dalam memajukan pembelajaran dan manajemen suatu madrasah, para komite Madrasah dan Sekolah yang merupakan perwakilan dari orang tua dan masyarakat di Pidie Jaya (Pijay) mengikuti pelatihan manajemen sekolah bersama para guru dan Kepala Madrasah dan Kepala Sekolah.
Kegiatan yang dilaksanakan untuk 8 SMP/MTs tersebut mendapat apresiasi dari para ketua komite, "Baru kali ini saya mendapatkan pelatihan yang langsung bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam merancang program dan rencana anggaran sekolah,” kata H. Rusli Komite SMPN 2 Ulim.
Ia menambahkan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat sehingga kami dari pihak komite mengetahui peran dan tanggung jawab kami terhadap sekolah dan saya berharap pelatihan ini seharusnya dapat dilakukan oleh sekolah lain agar komite lebih aktif dalam membangun sekolah dan tidak ada rasa saling curiga antara komite dan sekolah,” jelas Rusli.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pidie Jaya tersebut berlangsung selama 2 hari sejak tanggal 20 sampai dengan 21 Mei 2015.
Di hadapan 49 orang peserta Dr. Roeslan A. Gani, M.Pd mengingatkan bahwa kunci suksesnya sebuah sekolah tergantung Kepala Madrasah dan Kepala Sekolah yang dapat menjalin hubungan baik dengan komite dan masyarakat, “Kepala sekolah adalah manager yang dapat menjalin hubungan baik dengan semua pihak, terutama komite dan masyarakat di sekitar sekolah,” kata Roelan.
"Untuk menindaklanjuti pelatihan ini maka kami akan mengevaluasi langsung ke tempat tugas peserta pelatihan untuk melihat sejauh mana penerapannya,” jelas Roeslan lagi. Kegiatan yang difasilitasi oleh USAIDPRIORITAS tersebut memberi pemahaman menyeluruh tentang kepemimpinan pembelajaran, program budaya baca di Madrasah dan Sekolah, pengelolaan budaya baca, dan menyusun anggaran sekolah.
Koordinator USAIDPRIORITAS di Kabupaten Pidie Jaya, Mashadi mengingatkan bahwa komite mempunyai andil besar bagi Madrasah dan Sekolah, “Madrasah dan Sekolah adalah milik bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab dan beban pemerintah serta pendidik saja,” katanya.
Catatan: MTsN Meureudu, MTsN Ulim, dan MTsN Bandar Dua, SMPN 2 Ulim, SMPN 1 Meureudu, SMPN 3 Meureudu, SMPN 1 Bandar Baru, SMPN 2 Bandar Dua. [yyy]














