[Banda Aceh | Yakub] Saat Kelompok Terbang (Kloter) 1 Aceh (1-BTJ) mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, dini hari Kamis (10/9) Waktu Arab Saudi (WAS), atau pagi Kamis WIB, Kloter 2 pun tiba ke Asrama Haji Aceh. Suasana Asrama Haji Aceh (yang sempat kosong enam jam, usai JCH Kloter perdana naik bus dan tinggalkan Embarkasi Aceh, dan terbang, pukul 21.55 WIB), ramai kembali.
Sebagian jamaah dalam Kloter 2 yang sudah duluan tiba, sebelum ke Asrama Haji, menginap di sejumlah hotel di Banda Aceh. “Kami semalam di Hotel Prapat Peunayong,” kata Muzakir yang buka pintu bus besar, setiba ke depan Masjid Al-Mabrur, di sebelahnya ada Zainuddin SAg, tokoh Kota Sabang, yang juga pejabat di Kankemenag Pulo Weh.
Jika JCH Kloter 1, cuma berasal dari dua daerah [Aceh Besar (193 jamaah) dan Banda Aceh (195 jamaah) plus lima petugas], masuk dari dua tempat (Masjid Al-Makmur Sibreh dan Masjid Raya Baiturrahman), maka Kloter 2 yang bervariasi, ‘kloter pelangi’, tiba dari utara, barat, selatan, dan tenggara Aceh, berangkat dari delapan tingkat dua.
‘Kloter pelangi’ ini, diisi jamaah berasal dari Kota Banda Aceh (57 orang), Singkil (14), Kota Subulussalam (15), Kota Sabang (16), Simeulue (51), Aceh Barat Daya (86), Banda Aceh (57), dan Aceh Selatan (104), dan lima petugas itu, masuk Asrama Haji, pagi Kamis (10 September) pukul 08.00 WIB. Cuma jamaah Kota Sabang yang telat 30 menit, karena kota macet.
Usai pembimbingan penerbangan, imigrasi, kesehatan, pembagian dokumen, dan living cost, maka terbang via Bandara SIM (Sultan Iskandar Muda) Blang Bintang, pada Jumat (11 September) pukul 03.05 WIB.
“Jadi jamaah ini tak menginap,“ ujar Kabid PHU Kanwil Kemenag Aceh H Herman MSc MA, sambil membicarakan solusi bagi JCH Kloter 3, asal Aceh Tenggara yang sedang dalam perjalanan via Medan. Bersama Kabid, di Aula Mekkah, ada Bidang Penempatan Drs H Mukzi Abdullah, Kasubbag Inmas H Ahyar MAg (Koord Humas, Protikoler, dan Penerangan), Kasi Sistem Informasi Haji H Zainal Arifin MA, yang sebelumnya juga dibicarakan hal itu dengan Kepala UPT Asrama Haji Drs H Taufiq Abdullah.
Ini perlu solusi, sebab jadwal merinci, Kloter 3 masuk ke Asrama pada Jumat (11/9) pagi, bukan sebelumnya Kamis (10/9) pukul 00.00 WIB.
Sementara pelepasan untuk Kloter 2, pukul 17.00 WIB, oleh HT Salma Indera SH, Bupati Aceh Selatan. Kloter yang tempati Nomor Maktab 29, Raudhah itu, dipimpin Petugas Kloter H Khairizal SAg selaku Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), H Abrar Zym SAg sebagai Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dr Nila Mulyani Syamsuddin, Rahmat Hidayat Ibnu, dan Dian Aryanti Abdullah, sebagai dokter dan paramedis dalam Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
Khairizal ialah Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kankemenag Aceh Selatan. Sementara H Abrar Zym ialah Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Aceh.
Labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syarikalaka labbaik, innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syarikalak…
“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu begitu juga kerajaan tiada sekutu bagi-Mu”
Lalu, haji/hajjah Kloter ini pulang Senin (19 Oktober) pukul 08.30 waktu Arab Saudi (WAS), dan tiba Senin (19 Oktober) 20.05 WIB. Kepulangan Gelombang II ini via Madinah, bukan Jeddah.
[Foto: Kakankemenag Aceh Selatan Drs H Asy'ari, Kabid PD Pontren H Abrar Zym SAg (TPIHI Kloter 2), Kabid Urais Binsyar Drs H Hamdan MA (Bidang Pembimbingan), dan Kabid Penaiszawa Drs H Bukhari MA, di Aula Arafah]















