Tapaktuan (Dedi Armansyah) --- Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah (MI) lingkungan kerja Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Selatan mengadakan workshop pembelajaran kurikulum 2013 (K13), di aula hotel Dian Rana,K Kota Naga Tapaktuan, Sabtu (28/9).
Workshop yang bertema "melalui workshop pembelajaran kurikulum 2013, menjadikan momentum inovasi guru Madrasah Ibtidaiyah menuju pemantapan profesionalisme tenaga kependidikan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan", langsung dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan Rislizar Nas S Ag.
Ketua panitia pelaksanaan, Kariaman S Pd I dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Kakankemenag, Kasi Penmad dan Pengawas Madradah yang sudah menginisiasi terbentuknya Kelompok Kerja Guru serta tidak henti membimbing KKG sehingga mengerti bagaimana pentingnya meningkatkan kompetensi guru dan profesionalitas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Terima kasih juga diucapkan kepada pemateri yang dari jauh dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh dengan sangat sibuk dapat menyempatkan diri hadir ditengah tengah kita, ucapnya.
Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan peserta yang mengikuti workshop tersebut sebanyak 58 orang guru yang terdiri dari seluruh madrasah dalam Kabupaten Aceh Selatan, kegiatan ini juga berlangsung dua hari mulai hari ini, 28 September sampai dengan 29 September 2019, dengan tujuan workshop ini dapat memperoleh hasil dan dapat menggantikan kompetensi serta profesionalisme guru kemudian dapat berbagi ilmu dan pengalamannya kembali dengan teman teman di MI, jelasnya.
Kakankemenag Aceh Selatan dalam arahan dan bimbingan sekaligus pembukaan workshop mengapresiasi atas kegiatan KKG tingkat MI ini yang sudah berkompetensi dan membawa madrasah, murid dan masyarakat umumnya untuk taat beragama, rukun dan cerdas, serta sejahtera lahir dan bathin dalam rangka mewujudkan Visi Nasional Kementerian Agama Republik Indonesia sehingga moto mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud.
Lebih lanjut beliau berharap, agar kegiatan serupa dapat berlanjut, baik ditingkat Tsanawiyah maupun Aliyah serta kegiatan kegiatan lain yang menyangkut dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik, dimana kualitas pendidikan tergantung kualitas guru, tegas beliau.














