Sebanyak 88 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Sabang mengikuti Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembinaan Guru PAI yang digelar Seksi PAI Kantor Kementerian Agama Kota Sabang, 9 hingga 10 September 2026.
Kegiatan dibuka Plt Kakankemenag Kota Sabang Eriadi ST. Ia memberikan pemahaman kepada Guru PAI dalam mengimplementasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Guru PAI bukan guru biasa. Fondasi anak-anak kita ada pada bapak dan ibu semua,” ujar Eriadi. Ia mengajak para guru untuk memulai Kurikulum Berbasis Cinta dari hal sederhana, seperti menyapa peserta didik, membangun komunikasi yang baik serta mengajarkan kelembutan.
“Kurikulum cinta dimulai dengan menyapa anak-anak kita di sekolah. Ajarkan kelembutan kepada anak didik dan ingatkan mereka tentang agama. Jangan hanya mengajarkan dengan kata-kata, tetapi tunjukkan melalui sikap dan keteladanan,” pesannya.
Eriadi juga berpesan agar para Guru PAI tidak pernah lelah memberikan yang terbaik bagi peserta didik.
“Laksanakan tugas mendidik dengan baik, yakinlah Allah akan membalas semua usaha bapak dan ibu di sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kasi PAI Kankemenag Kota Sabang Munawar SAg melaporkan kegiatan dilaksanakan selama dua hari dan diikuti 88 Guru PAI se-Kota Sabang. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus memperkuat kompetensi dan profesionalitas Guru PAI dalam membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan turut dihadiri Kasi PD Pontren Masri SAg, Kepala MAN Sabang Saddam Khadafi SAg MPd, PPK Sekjen Herizal SE, Perwakilan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Leni Marlina, Para Pengawas PAI serta jajaran PAI Kemenag Sabang.[]













