Banda Aceh (Inmas)---Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA) membentuk panitia bersama dalam rangka persiapan peringatan hari Santri.
Peringatan Hari Santri Nasional jatuh pada 22 Oktober, dan di Aceh akan diperingati pada 24 Oktober 2019 bertempat di Lapangan Blang Padang Banda Aceh.
Jelang pelaksanaan, panitia bersama menggelar rapat perdana yang dipimpin dua pimpinan lembaga yaitu Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh dan Kadis Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah Elmadny MM di aula Kantor DPDA, Banda Aceh, Kamis (5/9).
Kakanwil menyampaikan santri punya peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan berjasa terhadap bangsa ini.
"Begitu pula pendidikan pondok pesantren sudah ada sebelum negara merdeka, maka berbicara pondok pesantren (dayah) berarti berbicara tentang pendidikan asli Indonesia yang meliputi pendidikan di meunasah meunasah dan rangkang," ujar Kakanwil.
"Karenanya, sebagai penghargaan,peringatan hari santri harus dibuat sebaik dan semeriah mungkin," tambah Kakanwil.
Kakanwil juga menyampaikan saat ini sekian banyak alumni pondok pesantren sekarang sudah berada di birokrasi.
"Hal ini menunjukkan bahwa alumni pesantren punya kualitas dan siap bersaing di era global, sebenarnya dari dulu pesantren sudah memiliki kualitas dan ini harus kita pertahankan," sebutnya.
Menurut Kakanwil, peringatan tahun ini kita juga ingin melibatkan TNI dan POLRI, "Nanti pihak TNI dan Polri dapat berperan dalam menjemput atau membawa santri dari dayah-dayah ke lokasi upacara misalnya, jadi kebersamaan kita terasa lebih kuat dan santri dayah pun dapat mengenal lebih dekat dengan perangkat negara," jelasnya.
Dikatakan Kakanwil merujuk sejarah, Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari menyerukan imbauan kepada para santri untuk berjuang demi Tanah Air yang disebut "Resolusi Jihad".
"Resolusi itu disampaikan kepada pemerintah dan umat Islam Indonesia untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Hasilnya, resolusi ini membawa pengaruh yang besar terhadap perjuangan bangsa," jelas Kakanwil.
Sementara Kadis Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah Elmadny SAg MM menyampaikan terus berkoordinasi terutama dengan Kemenag Aceh.
"Hasil sharing dan masukan dari Bapak Kakanwil, hari ini kita dapat duduk bersama dan mengakomodir untuk sebuah agenda penting, yaitu hari santri, semua dapat kita lakukan karena kebersamaan yang telah terbangun selama ini," ucap Usamah Elmadny.
Usamah berharap peringatan hari Santri di Aceh mesti tampil beda, "Di bumi serambi mekkah, nuansa santri sangat kental, makanya persiapan untuk hari peringatannya pun perlu kita lakukan dengan maksimal sejak sekarang," sebutnya.
Peringatan hari santri 2019 bertema "Dari Pondok Pesantren untuk Perdamaian Dunia," ditargetkan akan diikuti 2000 lebih santri Aceh.
Penetapan hari Santri dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 dan Hari Santri menjadi milik umat Islam Indonesia secara keseluruhan.[]













