Banda Aceh (Inmas)---Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA) kompak berkolaborasi mempersiapkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke 5 di Provinsi Aceh tahun 2019.
Kolaborasi tersebut dilakukan dengan keterlibatan kepanitiaan dari dua lembaga demi suksesnya HSN ke 5. Bahkan rapat persiapan kegiatan pun dilakukan silih berganti berlokasi di kedua lembaga tersebut.
Hari ini, Kamis (26/9) rapat persiapan panitia dilakukan di aula Kanwil Kemenag Aceh Banda Aceh, sebelumnya di aula DPDA pada awal September lalu.
Kakanwil Kemenag Aceh Drs H M Daud Pakeh yang memimpin rapat mengatakan dalam rangka persiapan HSN yang lebih semarak dan meriah perlu dilakukan persiapan maksimal sejak dini.
"Alhamdulillah, tahun ini kita menggelar peringatan hari santri nasional yang ketiga kalinya di Aceh. Perdana kita laksanakan di Dayah Amal Aceh Timur, selanjutnya di Kabupaten Aceh Barat, dan hari ini akan kita persiapkan untuk pelaksanaan di Blang Padang Banda Aceh," ujar Kakanwil.
Kakanwil juga menyampaikan bahwa santri punya peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan berjasa terhadap bangsa ini.
"Begitu pula pendidikan pondok pesantren sudah ada sebelum negara merdeka, maka berbicara pondok pesantren (dayah) berarti berbicara tentang pendidikan asli Indonesia yang meliputi pendidikan di meunasah meunasah dan rangkang," ucap Kakanwil.
"Karenanya, sebagai penghargaan,peringatan hari santri harus dibuat sebaik dan semeriah mungkin, ini adalah panitia terpadu, kita inginkan anak-anak kita santri bersemangat menuntut ilmu di pontren, dan peringatan ini adalah upacara kenegaraan juga," jelas Kakanwil.
Ia juga menambahkan dengan disahkannya UU ini merupakan sebuah kado terindah bagi santri seluruh indonesia di tahun 2019.
"Rancangan Undang-undang kini telah menjadi undang-undang, kita patut bersyukur terhadap anugerah ini bagi bangsa, dan perjuangan bangsa sendiri tidak lepas dari perjuangan para santri yang berasal dari pesantren," urainya.
Dikatakannya, UU ini adalah harapan, mudahan membawa dampak yang positif terhadap bangsa, khususnya lingkungan pesantren.
Sementara Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah Elmadny SAg MM menyebutkan upacara akan diikuti 4.400 santri dan siswa madrasah di Banda Aceh dan Aceh Besar.
"Kita putihkan Blang Padang," ajak Usamah.
Dikatakannya, kita listing mobil-mobil, kemudian siapa menjemput siapa dan dalam waktu dekat kita juga audiensi dengan Walikota dan Bupati Aceh besar, kita juga akan gelar gladi jelang acara.
Ditambahkannya, peringatan HSN ini adalah bagian dari menghargai perjuangan para santri dan ulama terdahulu dalam proses perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Juga dalam hal memberi kontribusi positif para santri dan ulama selama ini dalam proses pencerdasan umat," ujar Usamah.
Berkat doa dan dukungan kita semua, semoga pelaksanaan upacara HSN nantinya bisa berlangsung dengan damai dan sukses, lanjutnya.
Peringatan Hari Santri Nasional jatuh pada 22 Oktober, dan di Aceh akan diperingati pada 24 Oktober 2019 bertempat di Lapangan Blang Padang Banda Aceh.
Rapat hari ini dihadiri para pihak-pihak terkait, baik dari unsur Pemerintah Aceh, Karo Isra Setda Aceh, Kadis Syariat Islam, Kemenag Aceh, DPDA, Kabupaten/Kota, Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, RAPI Banda Aceh, dan PMI.[]













