Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat terus mendorong penguatan budaya literasi di madrasah melalui Festival Literasi Aceh Barat Tahun 2026 yang berlangsung 23–26 September 2026.
Pada pembukaan festival, Rabu malam, 23 September 2026, Kepala Kankemenag Aceh Barat Dr H Khairul Azhar SAg MA menghadiri kegiatan di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat. Ia turut menyerahkan hadiah kepada sejumlah juara lomba literasi serta menuliskan pesan pada Dinding Harapan & Literasi sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan membaca dan berkarya.
Semangat literasi berlanjut melalui kegiatan bedah buku pada Kamis, 24 September 2026. MAN 1 Aceh Barat turut tampil melalui Tim Meuligoe Literasi yang memperkenalkan berbagai program literasi madrasah, di antaranya Sabtu Literasi, Pendampingan Literasi, dan Lapak Baca Buku.
Ketua Tim Meuligoe Literasi MAN 1 Aceh Barat Zuraida SPd menjelaskan, berbagai kegiatan tersebut tidak hanya mendorong kebiasaan membaca, tetapi juga memberi ruang bagi peserta didik untuk menulis dan menghasilkan karya.
Salah satu karya yang diperkenalkan ialah buku antologi cerpen “FAI” yang memuat 53 cerita tentang kearifan lokal Aceh. Selain itu, Tim Meuligoe Literasi juga memperkenalkan antologi puisi “Rukun dengan Teman” yang melibatkan guru dan siswa MAN 1 Aceh Barat.
“Literasi di sekolah tentu harus didukung penuh oleh para guru, kepala perpustakaan, hingga kepala sekolah. Alhamdulillah, kepala sekolah kami, Bapak Faisal, MPd sangat mendukung kegiatan literasi anak-anak,” ungkap Zuraida.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Meuligoe Literasi juga mengajak satuan pendidikan di Aceh Barat berpartisipasi dalam Festival Literasi Nasional yang diadakan Nyalanesia bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh. Ajakan tersebut diharapkan mendorong semakin banyak sekolah dan madrasah menghasilkan karya literasi dan memiliki buku ber-ISBN pada tahun 2027.
Kepala Kankemenag Aceh Barat Dr H Khairul Azhar SAg MA berharap gerakan literasi terus berkembang dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi melalui karya.
“Semoga gerakan literasi ini terus tumbuh di madrasah dan sekolah. Anak-anak harus diberikan ruang untuk membaca, menulis, berkarya dan mengembangkan potensi. Kearifan lokal yang mereka tuangkan dalam karya juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Aceh Barat ke tingkat nasional,” harapnya.[]










