[Banda Aceh | Heri Ulka] Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Banda Aceh, dalam hal ini diwakili oleh staf Pendidikan Madrasah H. Suheri, MA menghadiri acara Diskusi Kelompok Terpumpum (FGD) di Hotel Grand Nanggroe, Lueng Bata Banda Aceh Rabu 19 November 2014.
Acara Diskusi Kelompok Terpumpum yang digagas oleh Balai Bahasa Kota Banda Aceh dengan tema “Memartabatkan Bahasa Aceh Melalui Kelengkapan Kaidah Kebahasaan” menghadirkan tiga narasumber yaitu Dr. Abdul Gani Asyik, MA, Drs. Saifuddin Mahmud, M.Pd, dan Drs. Yusri Yusuf, M.Pd semuanya berasal dari FKIP Unsyiah.
"Peserta Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) Tahap II tahun 2014 berjumlah 34 orang yang berasal dari kalangan Instansi Kementerian Agama Provinsi Aceh, Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Kementerian Agama Aceh Besar, Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemerhati Bahasa dari UIN Ar-Raniry, Media Hus, dan Kepala Madrasah yang ada di Kota Banda Aceh," ungkap Ketua Pelaksana Zulfan, M.Pd.
Acara diskusi ini dihadiri oleh Pejabat dari Kanwil Kemenag Aceh, Kemenag Kota Banda Aceh, Kemenag Aceh Besar, Dinas Pendidikan Aceh, dinas Pendidikan Kota Banda Aceh dan seluruh peserta dari instansi yang berhubungan dengan kebahasaan.
Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) Tahap II tahun 2014 menghasilkan beberapa rekomendasi di antaranya:
Regulasi tentang ejaan; Pelatihan yang instensif untuk kalangan wartawan, media cetak dan media elektronik; Kesepekatan tentang kongres Bahasa Aceh; Perlu menerbitkan Kamus Bahasa Aceh yang praktis; Usaha mendigitalisasi bahasa Aceh; Memasukkan Bahasa Aceh ke kurikulum Madrasah/ Sekolah dan meminta Wali Nanggroe untuk menerbitkan Majalah, Bulletin yang berbahasa Aceh.[hu/yyy]
[foto: kakanwil kemenag aceh dan jajarannya, termasuk dari kankemenag kota banda aceh, seusai peringatan hari pahlawan 10 november, di blang padang. foto: yakub]













