[Karang Baru | Muhammad Sofyan] Kantor Kemenag Tamiang melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Aceh Tamiang mengadakan Sosialisasi Ujian Sekolah Berstandard Nasional Pendidikan Agama Islam (USBNPAI) pada Senin (9/3) di Hotel Grand Arya Karang Baru.
Sosialisasi yang diikuti oleh Pokjawas Kankemenag dan Korwas Dinas Pendidikan tersebut dibuka langsung oleh H Salamina, MA selaku Kakankemenag Tamiang.
Kegiatan ini adalah untuk memberikan masukan, pemahaman dan sinkronisasi terhadap pelaksanaan USBNPAI Tahun Pelajaran 2014/2015 sebagaimana disampaikan Anwar Fadli dalam laporannya selaku ketua Panitia.
Drs. Ikhwanuddin Kadis Pendidikan Aceh Tamiang dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan adalah untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas intelektual dan berkualitas keagamaan.
Dalam meningkatkan kualitas SDM melalui Pendidikan peran Pendidika Agama Islam (PAI) sangat strategis karena PAI itu mengarah kepada bagai mana membangun karakter generasi muda yang akan datang.
Lebih lanjut Ikhwanuddin mengatakan bahwa dalam 15 tahun terakhir ada satu yang sangat mengkhawatirkan bahkan sekarang sudah sampai pada titik merah di mana telah terjadi degradasi karakter di kalangan generasi muda bangsa ini.
Di kalangan pelajar saja sudah sangat jauh bila dibandingkan dengan 10 tahun lalu, untuk itulah peemerintah memandang perlu diadakannya pengujian PAI melalui ujian sekolah berstandard Nasional (USBNPAI).
Sementara itu Salamina, MA Kakankemenag Tamiang mengatakan bahwa Ada hadits dari Rasulullah SAW yang populer danmendunia “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”.
Kata “fa abawaihi (orang tuanya),” menurut para muhadditsin (para ahli hadits) bukan hanya orang tua kandung tetapi termasuklah guru, Kepala Madrasah, Kepala Sekolah, Pengawas, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kantor Kementerian Agama dan para pemangku jabatan lainnya dalam Pemerintahan bertanggung jawab menjadikan anak-anak bangsa ini menjadi Yahudi atau Nasrani atau Majusi atau menjadi Muslim Sejati.
“Jadi kita duduk di sini pada hari ini adalah sebagai bapak-bapak dari anak-anak kita agar mereka tidak menjadi Yahui, Nasrani atau Majusi,” jelasnya. [yyy]















