Banda Aceh (Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh menegaskan bahwa jangan ada ASN atau karyawan Kemenag Aceh yang jadi sosok penebar hoaks.
Hal tersebut disampaikan Kakanwil ketika bertindak sebagai pembina apel pagi di halaman depan Kanwil, Senin (14/10).
"Jangan bermain-main dengan hoaks, selain merugikan orang lain, merugikan negara, juga merugikan diri sendiri, kami tegaskan supaya ASN kita di Kemenag jangan ada yang terjebak hoaks apalagi menjadi sosok penebar hoaks," ujar Kakanwil.
Menurut Kakanwil, berita hoaks hari ini menyebar begitu banyaknya, bahkan bisa menjadi peretak persatuan bangsa.
"Hati-hati sebarkan info yang tidak benar, apalagi provokasi, ASN juga bisa dikenakan sanksi hingga pemecatan kalau terbukti menyebarkan hoaks," jelasnya.
Selain itu, Kakanwil juga menginformasikan bahwa Minggu (12/10) tadi malam dilakukan penutupan Pentas PAI Nasional IX di Makassar.
"Kita bersyukur berada diurutan ke empat di Pentas PAI Nasional, ini adalah kegiatan lembaga dan merupakan tanggungjawab bersama, Aceh yang pertama mengeluarkan Pentas PAI dari pulau jawa dan tahun 2017 Aceh menjadi juara umum," sebut Kakanwil.
Lanjutnya, seiring waktu PAI terus mengalami perkembangan, dengan perolehan ini, secara urutan prestasi kita turun, perlu kita lakukan evaluasi, dimana kelemahan dan kekurangan.
"Mudahan ke depan bisa kita tingkatkan dan bangun kembali prestasi yang lebih baik," ucap Kakanwil.
Kakanwil juga berharap khusunya satker pendidikan untuk membangun mitra dan terus bersinergi.
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil menjelaskan bahwa Kemenag RI baru saja meyelesaikan rapat evaluasi haji yang diikuti seluruh Kakanwil Kemenag dan Kabid Haji se Indonesia.
"Alhamdulillah, hasil evaluasi haji tahun ini sangat baik, secara umum jemaah memberikan testimoni yang baik, apalagi zonasi masing-masing tempat juga sangat luar biasa," ungkap Kakanwil.
Inovasi haji terus dilakukan, dan fokus peningkatan pelayanan haji serta manasik, harus lebih bagus, tahun 2020 lebih baik dan tepat sasaran. "Substansi pada perubahan adalah pada manasik haji," sebut Daud Pakeh.[]













