Meulaboh (Jufrizal Muaz)---Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat melalui Seksi Pendidikan Madrasah terus melakukan terobosan untuk memperkuat Kompetensi Kepala Madrasah di bidang manajerial.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan Narasumber Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Drs. H.M Daud Pakeh pada kegiatan Penguatan Manajerial Kepala Madrasah dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, diaula MAN 1 Aceh Barat, Jum’at (19/10) siang.
Kakankemenag Aceh Barat H. Khairul Azhar dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini diadakan dalam rangka penguatan manajerial kepala madrasah untuk mengoptimalkan kompetensi kepala madrasah pada kewirausahaan, supervisi, kepemimpinan, penguatan pendidikan karakter, serta pengembangan madrasah berdasarkan Standar Nasional Pendidikan, serta juga memanfaatkan waktu Bapak Kakanwil Kemenag Aceh di Meeulaboh, yang sebenarnya dalam agenda menghadiri Peringatan Hari Santri Nasioanal Tingkat Provinsi Aceh esok hari Sabtu (20/10).
"Alhamdulillah Bapak Kakanwil bersedia menyisikan waktu dalam agenda Bapak yang sangat padat, kami keluarga besar Kemenag Aceh Barat mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Kakanwil" ungkap Khairul.
Kepala Kankemenag Aceh Barat dihadapan Kakanwil juga menyampaikan bahwa Kemenag Aceh Barat telah ditetapkan sebagai satuan kerja yang menjadi pilot project implementasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Unit kerja yang telah ditetapkan menjadi pilot project harus siap dievaluasi, penetapan Kankemenag Aceh Barat sebagai Pilot Project Zona Integritas merupakan sebuah prestasi yang membanggakan sekaligus merupakan PR yang berat bagi kita semua,” kata H. Khairul.
Namun demikian, H. Khairul mengharapkan agar seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kab. Aceh Barat tetap berkomitmen untuk memenuhi tanggung jawab ini dengan amanah. “Sehingga apa yang diharapkan yakni mewujudkan Kantor Kementerian Agama Kab. Aceh Barat menjadi WBM dan WBBM bisa terwujud,” tambahnya.
Dengan ditetapkannya sebagai pilot project, maka dia mengharuskan kepada semua satuan kerja di jajaran kankemenag Aceh Barat, dapat menerapkan dan menyiapkan perangkat dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas, Standard Operasional Prosedur (SOP) kinerja masing-masing PNS, Keterbukaan informasi public, E-Office, Perencanaan yang akurat terhadap kebutuhan SDM, pelayanan maksimal public dan banyak hal-hal yang ada kaitannya dengan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Sementara dalam penyampaian materinya Kakanwil Drs. H.M. Daud Pakeh mengatakan seorang kepala madrasah harus memiliki, kejujuran, komptensi yang tinggi, harapan yang tinggi, standar kualitas yang tinggi, integritas yang tinggi, standar kuakitas yang kuat, etika kepemimpinan yang luhur, motivasi yang kuat, cinta terhadap profesinya, kemampuang berfikir strategis, memiliki pandangan jauh kedepan, serta kaderisasi/mampu melahirkan generasi pengantinya. Ujar Kakanwil.
Dia melanjutkan Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala madrasah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Karena kepala madrasah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi madrasah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan kerjasama dengan guru-guru dalam melaksanakan tugas-tugas di madrasah.
Hadir dalam acara tersebut Kasubag TU, Kasi/ Penyelenggara serta seluruh Kamad Negeri Swasta.[]













