Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, mendorong pemanfaatan tanah wakaf sekaligus gerakan penghijauan sebagai bagian dari penguatan ekoteologi di Pulo Aceh.
Hal tersebut disampaikan Azhari saat bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, 2 Oktober 2026.
“Banyak sekali tanah wakaf di Aceh yang masih kosong. Ini perlu kita dorong agar dapat dimanfaatkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujar Azhari.
Menurutnya, potensi wakaf tidak hanya terbatas untuk pembangunan rumah ibadah. Pengelolaan aset wakaf secara produktif dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi sekaligus mendukung kepentingan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Azhari juga terus mendorong ASN Kementerian Agama ikut mengambil peran dalam gerakan penghijauan dengan menanam dan merawat pohon di lingkungan kantor.
“Kita dorong ASN Kemenag untuk menanam pohon. Kantor harus rindang melalui gerakan ekoteologi. Menjaga lingkungan juga bagian dari tanggung jawab kita,” katanya.
Azhari berharap semangat tersebut tidak berhenti pada pencanangan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata di lingkungan Kementerian Agama maupun di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Pulo Aceh, khususnya dalam penguatan kehidupan keagamaan.
“Kita harus bersatu untuk membangun Pulo Aceh, terutama di bidang keagamaan. Dengan kekuatan bersama, insyaallah kita bisa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kakankemenag Aceh Besar, Saifuddin SE, tokoh masyarakat serta para geuchik se-Kecamatan Pulo Aceh. []












