Banda Aceh (Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh membuka secara resmi Workshop Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah Dasar (SD) atau Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) tingkat Provinsi Aceh di Hotel Grand Permata Hati, Blang Oi Banda Aceh, Rabu (25/9).
Dalam sambutannya Kakanwil mengatakan seorang guru harus punya kepekaan terhadap anak didik.
"Kondisi ini perlu perhatian kita, dan merupakan bagian penting yang harus dipahami sebelum mengajar, seorang guru sebelum mengajar harus kenal anak itu siapa, ini dinamakan dengan talent maping," ucap Kakanwil.
Kakanwil mencontohkan ketika kita sedang mengajar ada anak-anak yang duduk di belakang, lagi asyik putar-putar pensil atau sibuk menggambar. "Ketika kita melihat kondisi seperti ini, jangan marah atau menjewer si anak, tapi kita mesti paham mereka punya talenta yang berbeda, malah kalau kita tanyain yang kita jelaskan, malah si anak ini tau jawabannya," jelas Kakanwil.
Karenanya, kepala sekolah punya peran utama dalam menggerakkan motivasi menghasilkan generasi yang handal dan punya kompetensi.
Tujuan workshop tersebut untuk mendidik dan membekali guru PAI guna mengajarkan siswa di sekolah yang sesuai perkembangan abad 21 dengan sistem 4C yaitu communicative, collaborative methode, critical thinking dan creativity.
Workshop bertema "Mewujudkan sistem pembelajaran guru PAI pada SD/SDLB yang aktif, kreatif, inovatif, efektif, menyenangkan dan Islami," diikuti 50 guru PAI Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dari perwakilan 23 kab/kota se Aceh.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kabid PAI, H Muntasyir SAg MA dan para Kasi di Bidang PAI Kanwil Kemenag Aceh.[]














