Kepala Kanwil Kementerian Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi mengingatkan umat akan pentingnya pendidikan agama, juga moral, dalam keluarga untuk membenteng generasi muda dalam menapaki kehidupan. Di samping itu juga pengajaran keagamaan penting untuk membina keluarga bahagia.
Kakanwil sampaikan hal ini saat menjadi khatib di Masjid Tgk Chik Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, Jumat, 24 Juli 2026. .
Pesan khutbah ini juga renungan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) sehari sebelumnya, 23 Juli 2026.
Dalam khutbah di Masjid Lambada Lhok, yang merupakan salah satu masjid yang selamat dari musibah tsunami 26 Desember 2004, Kakanwil menegaskan bahwa keluarga berbasis pendidikan agama merupakan pilar utama dalam menciptakan ketenangan hidup atau dalam membina keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah (samara).
"Ini juga sekaligus benteng pertahanan moral bagi generasi muda di era digital saat ini," ingat Kakanwil dalam masjid yang dekatnya sekitar 500 meter dari gerbang tol Sibanceh.
Di hadapan ratusan jemaah masjid di bibir perairan dekat laut, khutbah yang disampaikan dengan bernas ini mengupas tuntas konsep ketahanan keluarga berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah, serta merespons dinamika sosial yang kian mengkhawatirkan di kalangan remaja.
Pendidikan moral, ujarnya, merupakan basis dalam membentuk karakter dan pendidikan anak.
"Untuk itu, peran keluarga sebagai madrasah pertama bagi generasi penerus harus terus menerus kita aktualkan. Keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak, baik dalam pembentukan akhlak, keimanan, maupun kepribadian. Dari keluargalah seorang anak pertama kali mengenal nilai-nilai Islam dan kehidupan," gambarnya.
Dalam pemaparannya, Azhari mengingatkan bahwa masyarakat yang besar dan harmonis sangat bergantung pada kualitas unit-unit keluarga terkecil di dalamnya.
"Jika fondasi keluarga rapuh, maka tatanan masyarakat secara luas juga akan ikut terdampak. Beliau juga menyoroti fenomena modern seperti maraknya pengaruh buruk media sosial dan pergaulan bebas yang mengancam mental generasi muda," ingatnya.
"Untuk menangkal hal tersebut, orang tua diimbau agar kembali menghidupkan suasana religius di rumah tangga masing-masing, mulai dari hal-hal kecil seperti membiasakan mengucapkan salam, berdoa sebelum beraktivitas, hingga mendidik anak mencintai ibadah sejak usia dini," contohnya.
Praktik ini, sambungnya, sebagaimana pesan Al-Qur'an (Surat At-Tahrim ayat 6): "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..."
"Ayat ini menjadi pengingat tegas bahwa orang tua memikul tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT untuk menyelamatkan anggota keluarga melalui pendidikan tauhid, ibadah, dan akhlak mulia," simpul Kakanwil. []











