[Karang Baru | Muhammad Sofyan] Fakultas Syari’ah IAIN Zawiyah Cot Kala (ZCK) Langsa bekerjasama dengan Kankemenag Tamiang mengadakan pelatihan Ilmu Faraidh bagi Guru Agama. Kegiatan yang diikuti oleh 40 orang pesrta dari Madrasah-madarasah di lingkungan Kankemenag Tamiang tersebut dilaksanakan pada Kamis (4/6) di Aula Al-Ikhwan.
M. Nasir, MA dalam sambutannya mewakili Dekan Fakultas Syari’ah menyampaikan Visi Fakultas Syari’ah IAINZCK Langsa yaitu menjadi 'Kiblat Kajian Hukum Islam di Asia Tenggara tahun 2035'.
“Visi tersebut bukan tanpa alasan, karena Zawiyah Cot Kala itu diambil dari nama pusat kajian hukum dimasa lalu yang pernah menjadi pusat kajian Islam di Asia Tenggara,” ujarnya lebih lanjut.
Mantan Ketua MPU Tamaiang tersebut juga menyampaikan bahwa Visi tersebut akan dicapai dalam beberapa tahap. Tahap pertama (5 Tahun pertama) adalah upaya menembus tembok-tembok yang ada di Aceh Timur Raya (Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang), baik dari sisi hubungan dengan masyarakat maupun dari sisi kajian-kajian keislamannya.
Pada tahap kedua (5 tahun kedua) adlah menadi pusat perhatian Aceh, tahap berikutnya (5 tahun ketiga) berusah agar bisa menjadi pusat perhatian Indonesia. Tahun ke 20 (tahap ke 4), Fakultas Syari’ah IAINZCK Langsa diupayakan sudah menjadi teman untuk mengkaji Islam bagi seluruh perguruan tinggi Islam di Asia Tenggara.
Calon Doktor dari Tamiang tersebut juga menyampaikan bahwa dalam upaya untuk melaksanakan Visi jangka panjang tersebutlah diadakannya kegiatan hari ini.
“Ada tiga Korel yang akan kita kembangkan untuk lima tahun mendatang agar Fakultas Syari’ah menjadi tujuan (Calon Mahasiswa) Aceh Timur Raya,” ujarnya lagi.
Pertama; “Mengembangkan Kajian Ilmu Falaq”;
Keudua; Fakultas Syari’ah akan menjadi Mitra dalam setiap kebutuhan masyarakat terhadap Hukum dengan membuat pusat konsultasi dan kajian hukum”;
Ketiga “Fakultas Syari’ah akan menjadi teman Pemda, DPR dalam rangka kajian naska-naskah termikdalam merumuskan rencana peraturan dan perundang-undangan”;
Ada beberapa hal yang membantu terwujudnya Visi tersebut antara lain adalah daerah Aceh adalah daerah yang melaksanakan Syari’at Islam dan IAINZCK Langsa memiliki SDM yang cukup mumpuni, ada Dosen yang Alumni Al-Azhar Mesir, dari Australia, Malaysia dan Alumni dalam Negeri.
Fakultas Syari’ah IAINZCK Langsa juga melakukan pengabdian masyarakat dengan tiga dalam rangka mewujudkan Visi tersebut, Pertama; “Turun langsung ke masjid-masjid di Kampung-kampung”. Kedua; “Mengadakan pelatihan-pelatihan bagi masyarakat level menengah ke atas”.
Ketiga; “Pengabdia masyarakat melalu Radio”. M. Nasir juga menjelaskan bahwa saat ini IAINZCK Langsa memiliki Radio (107,7 FM) yang dugunakan sebagai sarana untuk konsultasi hukum Islam bagi kawula muda dengan nara sumber yang berkualitas, ada yang dari Al-Azhar, dari Malaysia.
Beliau juga menyampaikan ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain masih ada pandangan dari sekelompok masyarakat yang menganggap bahwa IAINZCK Langsa merupakan pusat pengembangan paham Jaringan Islam Liberal (JIL).
Oleh karena itu M. Nasir berulangkali menegaskan bahwa IAIN bukan pusat kajian JIL dengan menyampaikan beberapa argumen yang menunjukkan bahwa IAINZCK Langsa bukan pusat pengembangan JIL.
Sementara itu Salamina, MA Kakankemenag Tamiang dalam sambutannya sebelum membuka pelatihan Ilmu Faraidh bagi Guru Agama ini menyatakan bahwa beliau yakin Visi tersebut akan tercapai hal ini diantaranya disebabkan kultur masyarkat Aceh yang sangat berpegang teguh pada adat istiadat dan agama.
Hal ini sudah terbukti bagaimana para Nelayan Aceh membantu pengungsi Rohingya yang terkatung-katung di lautan dengan membawa mereka ke daratan dan memberikan bantuan kemanusian berupa pakaian dan makanan.
Peluang kedua adalah adanya Pondok Pesantren tumbuh bigitu cepat. Potensi ketiga adalah potensi Historis Islam di Aceh. Potensi berikutnya adalah adanya Qanun-qanun (Perda) yang berlandaskan Syari’at Islam yang ada di Aceh. [yyy]












