GEREBEQ di Terangun, Kakankemenag Gayo Lues Dorong Masyarakat Lancar Membaca Al-Qur'an

Ali sadikin
Ali sadikin
Author21 Agustus 2026
GEREBEQ di Terangun, Kakankemenag Gayo Lues Dorong Masyarakat Lancar Membaca Al-Qur'an
Masyarakat kecamatan terangun ikuti program Gerebeq

Gerakan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an (GEREBEQ) terus digalakkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur’an. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahman, Remplam Pinang, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, Jumat 21 Agustus 2026.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gayo Lues Dr Abd Syukur MAg dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa GEREBEQ bukan sekadar kegiatan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, tetapi merupakan ikhtiar untuk mendorong masyarakat agar mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Memberantas buta aksara Al-Qur’an ini tujuannya agar kita lancar membaca Al-Qur’an, Wahyu pertama yang Allah turunkan adalah "Iqra"bacalah Setelah kita membaca, kita akan mendapatkan petunjuk dari Allah SWT,” ujar Dr Abd Syukur.

Menurut Kakankemenag kemampuan membaca Al-Qur’an harus dimulai dari lingkungan keluarga, kampung hingga masyarakat secara luas. 

Abd Syukur berharap kemampuan membaca Al-Qur’an juga menjadi perhatian bagi calon pengantin, sehingga pasangan yang akan membangun rumah tangga memiliki kemampuan dasar membaca kitab suci.

“Kita ingin di kabupaten yang dijuluki seribu Hafiz, di kampung kita, pasangan calon pengantin mampu membaca Al-Qur’an.  Al-Qur’an adalah pedoman hidup, jangan kita ragu, karena Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi kita,” tegasnya.

Dr. Abd Syukur juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi harus menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam melaksanakan ibadah. 

Kakankemenag mengutip perintah Allah SWT untuk menegakkan salat sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Wa aqimish shalah”.

Dalam kesempatan itu, Kakankemenag Gayo Lues juga mengajak kaum ibu untuk terus meningkatkan kegiatan tahsin dan pengajian, kemampuan membaca Al-Qur’an perlu terus diperbaiki, baik dari segi makhraj, tajwid maupun kelancaran membaca.

“Kami mengharapkan ibu-ibu melalui tahsin dan pengajiannya terus ditingkatkan, jangan berhenti belajar Al-Qur’an, karena belajar membaca Al-Qur’an adalah bagian dari upaya memperbaiki kualitas kehidupan kita,” katanya.

Selain persoalan pendidikan Al-Qur’an, Dr Abd Syukur turut menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat agar tidak membudayakan praktik membawa lari anak orang atau nikah naik, kebiasaan tersebut perlu dikembalikan kepada asas dan nilai-nilai adat Gayo yang menjunjung tinggi kehormatan keluarga, musyawarah dan tata kehidupan bermasyarakat.

“Jangan kita budayakan membawa lari anak orang atau nikah naik, Ini termasuk persoalan sosial yang perlu kita kembalikan kepada asas Gayo kita, kepada nilai-nilai yang baik dalam adat dan kehidupan masyarakat,” pesannya.

Di era digital, Kakankemenag juga mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Kakankemenag menyampaikan bahwa masyarakat yang memiliki telepon pintar dapat mengunduh aplikasi Al-Qur’an dari Kementerian Agama yang dilengkapi dengan teks Al-Qur’an, terjemahan serta fitur suara.

“Bagi yang punya HP, silakan instal dan download aplikasi Al-Qur’an Kementerian Agama.  Di dalamnya ada Al-Qur’an, terjemahan dan suara, ini bisa kita manfaatkan untuk belajar kapan saja dan di mana saja,” jelasnya.[]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh